Uji Kompetensi Bab 6 PKN Kelas 12

Posted on

Uji Kompetensi Bab 6 PKN Kelas 12 : Pada kesempatan kali ini ppkn.co.id akan memberikan ulasan mengenai Uji Kompetensi Bab 6 PKN Kelas 12, yuk simak dibawah ini :

Uji Kompetensi Bab 6 PKN Kelas 12


Daftar Lengkap Isi Artikel

Uji Kompetensi Bab 6 PKN Kelas 12


Soal

1. Jelaskan ancaman militer yang paling mengancam kesatuan dan integritas bangsa Indonesia saat ini?

2. Mengapa ideologi Pancasila tidak aman dari berbagai ancaman dalam menerapkan nilai-nilainya di masyarakat!

3. Jelaskan strategi orang Indonesia dalam mengatasi ancaman non-militer di bidang ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya?

4. Menurut Anda, seberapa kuat kekuatan TNI/Polri dalam menghadapi ancaman dan gangguan terhadap pertahanan dan keamanan negara?

5. Dalam hidup Anda selama ini Anda tentu saja menghadapi masalah yang membutuhkan kewaspadaan agar Anda dan orang lain harmonis.

Cobalah untuk memperhatikan situasi yang terkait dengan kewaspadaan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Apa yang akan Anda lakukan jika perkelahian terjadi?

Temukan juga perasaan Anda sebagai warga negara saat menghadapi perkelahian yang terjadi di sekolah atau desa Anda…


Jawaban :

1. Ancaman militer yang paling mengancam persatuan dan persatuan adalah separatisme, terorisme, konflik komunal/antar etnis.

2. Di era globalisasi dengan kemajuan komunikasi teknologi informasi akan sangat mudah untuk masuk pengaruh ideologi lain sehingga jika warga negara tidak memiliki ketahanan ideologis yang kuat.

Maka akan mudah dipengaruhi oleh input ideologis lain melalui berbagai bentuk seperti gaya hidup yang glamor dan hedonisme, perilaku individualistis dan sebagainya.

Hal ini dapat mengancam implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Strategi Bangsa Indonesia dalam mengatasi ancaman non-militer di bidang ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya:


  • Bidang Ideologi

    • Upaya untuk menghadapi atau menangkal ancaman ideologis adalah dengan kebijakan dan tindakan politik yang tepat dan intensif untuk mencegah penyebaran pengaruh ideologi yang lain mengenai ideologi Pancasila dan konsep penanganannya ditempatkan dalam kerangka upaya untuk mempertahankan negara.
  • Sektor politik

    • Strategi pertahanan di bidang politik ditentukan oleh kemampuan sistem politik untuk mengatasi semua bentuk ancaman yang ditujukan pada kehidupan politik masyarakat Indonesia.
    • Melaksanakan kehidupan politik bangsa berdasarkan Demokrasi Pancasila yang telah mampu menjaga stabilitas politik yang sehat dan dinamis dan mampu menjalankan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif.
  • Ekonomi

Strategi untuk menghadapi ancaman di sektor ekonomi adalah sebagai berikut.

    • Untuk menghadapi ancaman dimensi ekonomi internal, prioritas kebijakan dapat berupa penciptaan lapangan kerja padat karya sebagai solusi untuk mengentaskan kemiskinan, pembangunan
      infrastruktur, penciptaan iklim bisnis yang kondusif, dan pemilihan teknologi yang tepat sebagai solusi untuk kesempatan kerja yang setara.
    • Untuk menghadapi ancaman dimensi ekonomi eksternal, Indonesia harus mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan negara-negara utama dalam tatanan ekonomi-politik dunia.
    • Unsur pertahanan militer dalam menghadapi ancaman dimensi ekonomi, mengembangkan pilihan-pilihan strategis untuk membantu unsur-unsur utama pertahanan non-militer. Istilah dari Keterlibatan lapisan pertahanan militer ini diwujudkan dalam upaya peningkatan pertahanan untuk menciptakan kondisi keamanan nasional yang terkendali, membantu kelancaran distribusi komoditas dan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan terpencil yang tidak dapat dicapai dengan transportasi umum.
  • Sektor sosial budaya

    • Dalam menghadapi pengaruh luar yang dapat membahayakan kelangsungan hidup sosial dan budaya, masyarakat Indonesia berusaha menjaga keseimbangan dan harmoni yang mendasar, yaitu keseimbangan antara manusia dan alam semesta, manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan kemajuan fisik dan kesejahteraan batin.

4. TNI tidak mungkin menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar saja karena jumlah TNI sangat terbatas sementara wilayah negara kita sangat luas. Karena itu, harus ada partisipasi warga dalam upaya pertahanan dan keamanan

5. Apakah Anda juga merasakan perasaan Anda sebagai warga negara ketika menghadapi perkelahian yang terjadi di sekolah atau desa Anda?

  • Mencoba untuk memecah atau mencegah perkelahian terjadi.
  • Jangan terlibat dalam perkelahian siswa karena tindakan tersebut tidak menguntungkan bagi kedua belah pihak
  • Memberitahu atau melaporkan kepada pihak berwajib atau sekolah agar pertengkaran siswa segera terhenti.

Perasaan saya Sebagai seorang siswa saya sangat sedih dan prihatin dengan terjadinya keributan siswa dan perkelahian antar desa karena dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan dapat menyebabkan korban yang sia-sia.

Baca Juga :

Demikianlah ulasan dari ppkn.co.id mengenai Uji Kompetensi Bab 6 PKN Kelas 12, semoga bisa bermanfaat.