Penulisan Rupiah Yang Benar

Diposting pada
Rate this post

Penulisan Rupiah Yang Benar : Pada kesempatan kali ini ppkn.co.id akan memberikan ulasan mengenai Penulisan Rupiah Yang Benar, yuk simak dibawah ini:


Penulisan Rupiah Yang Benar


Untuk menyampaikan informasi dengan benar dan lebih baik, penelitian yang tepat harus dilakukan pada penulisan mata uang yang benar.

Kebanyakan orang masih belum paham bagaimana menulis kata dalam bahasa Indonesia dengan benar.

Untuk alasan ini, agar Anda tidak membuat kesalahan saat menulis, pastikan untuk mempelajari aturan yang baik dan menulis uang dengan benar.

Dengan cara ini, Anda dapat meningkatkan keterampilan menulis Anda ke jenjang yang lebih tinggi.

Penulisan Rupiah Yang Benar


Rp adalah simbol mata uang, bukan singkatan

Kata Rp digunakan untuk menuliskan jumlahnya, tidak hanya merupakan singkatan dari shield, tetapi juga merupakan simbol mata uang.

Rp adalah simbol rupiah Indonesia, begitu pula dolar AS ($) dan yen Jepang (¥). Oleh karena itu, rupee yang benar ditulis sebagai Rp, diikuti dengan nominal tanpa titik dan tanpa spasi.

Oleh karena itu mulai sekarang berhentilah menulis Rp dan tambahkan titik dan spasi sobat!

  • Rp 1.000,00 bukan Rp 1.000
  • Rp15.000.000,00 bukan Rp15.000.000,00

Saat menulis mata uang rupiah Indonesia, kita perlu mengetahui hal-hal berikut:

  • Rupiah ditulis dengan singkatan Rp dan diletakkan di depan nilai mata uang.
  • Nilai uang ditulis dengan simbol numerik dan tidak terdapat spasi dibelakang Rp.
  • Setelah nilai mata uang ditambahkan, 00 (nol koma nol).

Untuk pemahaman yang lebih baik, pertimbangkan pertanyaan contoh berikut:

  • Seratus tujuh puluh rupiah ditulis Rp170,00
  • 600 rupiah ditulis sebagai Rp600,00
  • Dua ribu rupiah ditulis 2.000,00
  • Dua puluh ribu rupiah ditulis 20.000,00

3 cara menulis Rupiah

Berikut rangkuman dari berbagai sumber:

1. Simbol Rp, diikuti angka tanpa spasi atau titik, diikuti desimal (, 00)

Rp tidak mewakili rupiah Indonesia, melainkan simbol mata uang. Sehingga teksnya akan terlihat seperti ini: Rp1.000,00. (Setelah Rp, tidak ada titik (.) Atau spasi ditambahkan.)

Ini mencegah penambahan angka dan perubahan jumlah. Misalnya Rp. 1.000,00 dapat disisipkan angka lain (misalnya 9) sehingga menjadi Rp. 91.000.000,00.

Pada saat yang sama, kami tampaknya mewarisi koma sebagai titik desimal dari Belanda.

Aturan ini bertentangan dengan aturan yang digunakan di beberapa negara lain di dunia (khususnya Amerika Serikat), Amerika Serikat menggunakan titik sebagai koma desimal dan koma sebagai pemisah ribuan.

2. Penulisan dengan Huruf

Saat menulis angka dengan angka, simbol mata uang dan ejaan mata uang tidak dapat digunakan.

Misalnya 10.000 rupiah (benar), bukan Rp. Sepuluh ribu (salah). Kedua, angka dan huruf bisa digabungkan menjadi angka besar. Misalnya 20 juta rupiah.

Ketiga, metode penulisan angka (apakah akan menggunakan angka dan bilangan) tidak boleh dilakukan sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi (seperti kontrak atau kuitansi). Misalnya Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).

3. Penggunaan IDR

IDR adalah standar internasional untuk mata uang Indonesia. IDR adalah singkatan dari Rupiah Indonesia. Misalnya, dolar AS berarti dolar AS.

Pedoman EYD belum menentukan penggunaan kode mata uang ISO 4217. Negara / kawasan di seluruh dunia dapat memasukkan kode ini dengan dua cara: sebelum angka (misalnya, 50 euro) atau setelah angka (misalnya, 50 euro).

Karena kode ini merupakan singkatan untuk mendeskripsikan angka, sama seperti kata rupiah yang mendeskripsikan angka Metode D-M kami. Jadi, itu Rp 50.000, bukan Rp 50.000.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan dari ppkn.co.id mengenai Penulisan Rupiah Yang Benar, semoga bisa bermanfaat.