Uji Kompetensi Bab 5 PKN Kelas 10 Hal 176

Posted on

Uji Kompetensi Bab 5 PKN Kelas 10 Hal 176 : Pada kesempatan kali ini ppkn.co.id akan memberikan ulasan mengenai Kompetensi Bab 5 PKN Kelas 10 Hal 176, yuk simak dibawah ini :

Uji Kompetensi Bab 5 PKN Kelas 10 Hal 176


Daftar Lengkap Isi Artikel

Uji Kompetensi Bab 5 PKN Kelas 10 Hal 176


Soal

1. Pada hakikatnya intregasi nasional memiliki makna menyatupadukan sampai jadi satu kesatuan yang bundar serta utuh. Bersumber pada hal tersebut jelaskan perbandingan intregasi nasional secara politis serta antropologis!

2. Kenapa pada negara yang multy cultural, semacam indonesia, konsep intregasi bangsa jadi prasyarat utama buat terciptanya persatuan serta kesatuan bangsa. jelaskan pendapat kamu!

3. Pada hakikatnya intregasi nasional ialah proses penyatuan bermacam kelompok budaya serta sosial ke dalam satu kesatuan daerah, dalam rangka pembuatan sesuatu identitas diri nasional. Bersumber pada hal tersebut sebutkan 3 ketentuan keberhasilan suatu integrasi nasiona; untuk bangsa indonesia!

4. Pada hakikatnya integrasi nasional ialah proses penyatuan bermacam-macam komponen dalam masyarakat. bersumber pada hal tersebut sebutkan 5 aspek pendukung suatu integrasi nasional untuk bangsa indonesia!

5. Pada hakikatnya dalam rangka pembuatan intregasi nasional, umumnya mengandalkan persatuan serta kesatuan masyarakat yang secara etnis majemuk sifat-sifat kebudayaan yang berbeda. Bersumber pada hal tersebut sebutkan perbandingan aspek pendukung serta aspek penghambat tercapainya intregasi nasional!


Jawaban

1. Perbedaannya adalah secara politis berarti penyatuan berbagai kelompok budaya serta sosial dalam kesatuan daerah nasional yang membentuk suatu identitas diri nasional. Sebaliknya secara antropologis berarti proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian guna dalam kehidupan warga.

2. Sebab manusia hidup dalam kenyataan yang plural, warna warga indonesia adalah ber-bhineka tunggal ika. warga plural ialah belati bermata ganda dimana pluralitas sebagai rahmat serta sebagai ancaman.

3.-. Anggota masyarakat merasa kalau mereka sukses saling mengisi kebutuhan antara satu serta yang lain

-. terciptanya konvensi (konsensus) bersama mengenai norma-norma serta nilai-nilai sosial yang dilestarikan serta dijadikan pedoman

-. norma-norma serta nilai-nilai sosial dijadikan ketentuan baku dalam melakukan proses integrasi sosial.

4. Pemakaian bahasa indonesia, adanya rasa senasib serta seperjuangan karena aspek sejarah, terdapatnya pandangan hidup nasional tercermin dari garuda pancasila serta bhineka tunggal ika, semangat gotong royong, solidaritas, toleransi keagamaan yang erat.

5. Faktor pembuat merupakan suatu yang bisa dilakukan supaya terjaminnya kebersamaan serta kedamaian dalam lingkungan warga. Sebaliknya faktor penghambat merupakan aktivitas yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mementingkan diri sendiri serta tidak mempunyai rasa toleransi.

Baca Juga :

Demikianlah ulasan dari ppkn.co.id mengenai Uji Kompetensi Bab 5 PKN Kelas 10 Hal 176, semoga bisa bermanfaat.