Stereotip Adalah

Posted on

Stereotip Adalah : pengertian stereotip, stereotip gender, perbedaan stereotip dan generalisasi, dampak stereotip, contoh stereotip, contoh stereotip gender, stereotip eksplisit dan implisit :Stereotip Adalah


Pengertian Stereotip

Stereotip dapat diartikan sebagai penilaian terhadap seseorang yang hanya atas anggapan terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikelompokkan. Stereotip sendiri bisa berupa prasangka positif dan juga negatif, dan terkadang dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif. Namun, sebagian besar beranganggapan bahwa segala bentuk stereotip adalah negatif.


Adapun dibawah ini pengertian stereotip dari beberapa ahli, yaitu :

  1. Baron, Branscombe dan Byrne (2008:188)

Mereka menyebutkan bahwa pengertian dari stereotip adalah kepercayaan terhadap sifat atau ciri-ciri kelompok sosial yang dipercayai untuk berbagi.

  1. Franzoi (2008 : 199)

Menurut Franzoi stereotip adalah kepercayaan terhadap orang yang menempatkan mereka kedalam satu kelompok dan tidak mengizinkan kepada berbagai (variation) individual. Kepercayaan tersebut diperoleh dari orang lain dan dijaga melalui aturan-aturan dalam interaksi sosial. Baca juga : Integritas Nasional : Pengertian, Syarat, Konsep dan Contoh


Stereotip Gender

 Maksud dari stereotip gender merupakan kepercayaan akan adanya perbedaan ciri-ciri atau atribut yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan. Orang memiliki respek lebih kepada laki-laki daripada perempuan dan faktor ini memainkan peran penting pada diskriminasi di tempat kerja bagi wanita.

Terkadang akibat stereotip tersebut, terjadilah suatu ketidakadilan terhadap wanita yang memiliki prestasi kerja tinggi namun tidak mendapatkan posisi yang sesuai prestasinya tersebut karena dia seorang perempuan. Stereotip gender lebih menilai bahwa wanita itu merupakan makhluk yang emosional, penurut, tidak logis, pasif, namun sebaliknya bahwa pria adalah makhluk yang tidak emosional, dominan, logis dan agresif.


Perbedaan Stereotip Dan Generalisasi

Pengertian dari generalisasi yaitu suatu proses pikiran yang bertolak dari sejumlah kejadian individu (khusus) menuju kesimpulan umum yang mengikat seluruh kejadian serupa dengan kejadian individu yang dicermati.

Contoh dari generalisasi adalah :

  1. Maudy Ayunda adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
  2. Natasha Wilona adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.

Jadi, generalisasi akan menyebut bahwa semua bintang iklan berparas cantik.

Sedangkan itu, stereotip yaitu sebuah generalisasi yang berlebihan kepada seseorang menurut sifat-sifat yang ada pada kelompoknya (ras, suku, atau agamanya), atau bisa disebut stereotip merupakan jalan pintas dalam berpikir. Stereotip tidak selalu bersifat negatif, namun bila dipengaruhi oleh prasangka maka akan menjadi negatif. Baca juga : Tugas Presiden


Dampak Stereotip

Berikut ini adalah dampak dari stereotip, yaitu diantaranya :

  1. Dapat menggambarkan suatu kondisi kelompok tertentu.
  2. Dapat memberikan dan membentuk citra kepada kelompok.
  3. Dapat membantu seseorang dari suatu kelompok untuk mulai bersikap terhadap kelompok lainnya.
  4. Dalam stereotip itu sendiri kita dapat menilai keadaan suatu kelompok.

Contoh Stereotip

 Ada beberapa contoh dari stereotip dikehidupan sehari-hari, yaitu :

  1. Aparat keamanan selalu saja bisa disuap dengan uang

Hal tersebut merupakan suatu bentuk dari proses pemikiran secara cepat, disebabkan adanya banyak peristiwa yang sama, yaitu penyuapan yang dilakukan kepada aparat keamanan, sehingga munculah stereotip yang menyebar dan dikonfirmasi oleh banyak kalangan kepada semua aparat keamanan. Baca juga : Mahkamah Agung


  1. Orang Arab teroris

Dari berbagai sumber informasi yang menyebutkan bahwa terdapat peristiwa pemboman yang terjadi dan dilakukan oleh orang dengan agama islam, dan sebagai bentuk dari proses pemikiran secara cepat, sehingga orang-orang islam disimpulkan berasal dan berada di arab. Kemudian munculah stereotip bahwa orang arab teroris.


  1. Orang gemuk biasanya malas dan rakus

Pernyataan tersebut seringkali muncul dalam pikiran banyak orang secara cepat, dengan stereotip bahwa orang gendut pasti makan lebih banyak dari orang-orang yang tidak gendut, sehingga muncul stereotip bahwa orang gendut biasanya rakus, dan juga dugaan bahwa orang gemuk biasanya malas, hal tersebut juga merupakan bentuk pemikiran yang diambil secara cepat karena dugaan bahwa orang gendut tidak pernah berolahraga.


Contoh Stereotip Gender

  1. Petugas humas disuatu perusahaan akan diberikan kepada perempuan karena memiliki fisik yang menarik dan mampu berperilaku lemah lembut. Potensi yang diambil tersebut cukup bagus dan dianggap menjadi senjata ampuh dalam usaha menjalin kerja sama, khususnya melobi pelanggan.
  2. Perempuan yang bekerja pada sektor pariwisata akan memiliki stereotipe tidak baik di masyarakat, khususnya akan dikaitkan dengan dunia malam pariwisata yang hingar bingar.
  3. Perempuan yang terlihat tidak feminim akan mendapatkan stereotip yang tidak baik di mata masyarakat umum. Perempuan harus berambut panjang, memakai rok, berada di dapur.
  4. Masih banyak stereotip masyarakat lama yang berpikir bahwa perempuan tidak perlu belajar tinggi-tinggi dan lebih baik menikah saja.
  5. Stereotip dalam keluarga tradisional juga masih mengagungkan keberadaan anak laki-laki sebagai ahli waris, bukan anak perempuan. Baca juga : Nilai-Nilai Pancasila Sesuai Dengan Perkembangan Zaman

Stereotip Implisit

Stereotip implisit merupakan sebuah keyakinan yang tidak disadari mempengaruhi tingkah laku dalam sehari-hari. Implisit atau sikap tersebut ada, dan dapat mempengaruhi banyak bentuk tingkah laku, meskipun tidak menyadari keberadaan atau dampaknya terhadap tingkah laku. Hal yang sama juga terjadi pada stereotip, kita sering kali memiliki stereotip implisit yang tidak bisa kita identifikasi dengan mudah melalui instropeksi, tetapi tetap mempengaruhi keyakinan kita tentang karakteristik yang dimiliki oleh anggota dari kategori sosial tertentu.

Dengan kata lain, stereotip rasial, etnis, atau gender yang sebagian besar kita tidak sadari dapat dimobilisasi oleh berbagai stimuli. Dan setelah mereka dimobilisasi, stereotip ini dapat mempengaruhi pemikiran, keputusan dan bahkan tingkah laku yang muncul pada orang tersebut.

Baca juga :

Demikinlah ulasan dari ppkn.co.id mengenai pengertian stereotip adalah : stereotip gender, perbedaan stereotip dan generalisasi, dampak stereotip, contoh stereotip, contoh stereotip gender, stereotip eksplisit dan implisit, semoga bisa bermanfaat.