Dampak Perjanjian Renville

Posted on

Dampak Perjanjian Renville : Keuntungan Perjanjian Renville Bagi Indonesia, Makna Perjanjian Renville, Mengapa Terjadi Perjanjian Renville, Cerita Singkat Perjanjian Renville :Dampak-Perjanjian-Renville


Dampak Perjanjian Renville


  • Indonesia Terpaksa Menyetujui RIS

Salah satu efek dari Perjanjian Renville untuk Indonesia adalah perubahan bentuk negara Indonesia. Di terbentuknya negara Indonesia, Indonesia menyatakan negara kesatuan Republik Indonesia dengan Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahannya. Dalam negosiasi Renville tersebut,  Indonesia terpaksa harus mengubah negara menjadi Republik Indonesia Serikat, yang merupakan Persemakmuran Belanda.

Perubahan bentuk negara ini adalah sebuah syarat yang diusulkan oleh Belanda untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Namun, dengan bentuk yang dibedakan dari negara kesatuan dengan Amerika Serikat, ini berarti bahwa Indonesia tidak sepenuhnya berdaulat, karena masih memiliki hubungan kekuasaan yang terikat dengan pemerintah Belanda. Baca juga : Nilai Sosial : Pengertian, Fungsi, Macam, Ciri dan Contoh


  • Terbentuk Sebuah Kabinet Amir Syarifudin II

Setelah penandatanganan Perjanjian Renville, tidak hanya negara Indonesia saja yang berubah. Tetapi Indonesia juga harus mengubah sistem pemerintahan dan juga konstitusi negara. Perubahan sistem pemerintahan berubah dari sistem kepresidenan menjadi sistem parlementer. Dengan kata lain, Presiden hanya bertugas menjadi kepala negara, tidak lagi menjabat sebagai kepala pemerintahan.

Karena kepala pemerintahan dipimpin oleh Perdana Menteri. Itu adalah perbedaan antara sistem pemerintahan Presiden dan Parlemen. Oleh karena itu, pemilu diadakan untuk Presiden dan Perdana Menteri. Presiden Terpilih tetap Ir. Soekarno. dan yang menjadi kepala pemerintahan, Amir Syarifudin Terpilih sebagai Perdana Menteri.

Setelah itu, barulah kabinet baru dibentuk, yang dibentuk oleh Amir Syarifuddin. Sebelumnya, Amir Syarifuddin juga memiliki mandat untuk memimpin kabinet sementara setelah kabinet Shahrir yang gagal sebagai akibat dari runtuhnya Perjanjian Linggarjati. Dan dengan ditandatanganinya Perjanjian Renville ini, maka terbentuklah Kabinet Amir Syarifuddin II. Baca juga : Nilai Nilai Dasar Pancasila


  • Keluar Reaksi Keras Terhadap Kabinet

Kabinet baru yang dipandang mempunyai kebijakan yang membuat rakyat dan pro Belanda keberatan. Ada banyak partai politik memprotes kebijakan pemerintah baru. Selain itu, Partai politik bahkan menarik wakilnya dari kabinet. Rakyat-rakyat mengira bahwa Amir Syarifuddin telah menjual Negara Indonesia ke Belanda.

Hingga akhirnya, kabinet ini tidak berlangsung lama dan dibubarkan pada akhir Januari 1948. Pada tanggal 23 Januari 1948, Amir Syarifuddin menyerahkan mandatnya kepada Presiden pada tanggal 23 Januari 1948. Atas reaksi seperti itu terhadap cabinet maka mencerminkan terjadi sebuah disintegrasi Nasional Belanda.


  • Wilayah yang Dikuasai Republik Indonesia Berkurang

Wilayah yang didasarkan pada Perjanjian Renville lebih kecil dari yang diatur dalam perjanjian sebelumnya dari Perjanjian Linggarjati. Berdasarkan Perjanjian Linggarjati, wilayah kekuasaan Indonesia meliputi wilayah Jawa, Sumatera dan Madura. Berdasarkan Perjanjian Renville, Indonesia meliputi hanya sebagian dari wilayah Sumatera, Jawa Tengah dan Madura.

Dengan menyetujui Perjanjian Renville, Indonesia juga mengizinkan wilayah Indonesia, yang berbatasan dengan jalur Van Mook. Jalur Van Mook adalah sebuah garis yang dikenal sebagai perbatasan wilayah Belanda dan Indonesia. Daerah yang berada dalam agresi militer Belanda, lalu kemudian dikuasai oleh Belanda, dan harus diakui sebagai daerah kedudukan Belanda dan harus melepaskan diri dari wilayah Indonesia. Baca juga : Contoh Literasi


  • Perekonomian Indonesia yang diblokir oleh Belanda

Setelah berhasil mengendalikan situasi politik di Indonesia, Belanda juga memperlambat perekonomian Indonesia. Pengurangan wilayah Indonesia juga meningkatkan wilayah yang diduduki oleh Belanda. Sayangnya, karena Belanda bermukim di beberapa daerah seperti Jawa Barat, kegiatan ekonomi di Indonesia juga terpengaruh.

Dengan Perjanjian Renville, pemerintah negara Republik Indonesia berubah. Dan selama masa transisi ke Republik Indonesia, Belanda masih menguasai Indonesia. Akibatnya, Belanda menghalangi pergerakan ekonomi Indonesia dengan tujuan menyebabkan pejuang Indonesia menderita dan menyerah ke Belanda.

Selain itu, beberapa aset di Indonesia berada di bawah kekuasaan Belanda, yang tentu saja merupakan keuntungan bagi perekonomian Belanda. Dampak Perjanjian Renville di Indonesia tidak hanya dalam politik, tetapi juga dalam perekonomian.


  • Pihak Indonesia Harus Menarik Semua Pasukan

Melemahnya kekuasaan militer Indonesia adalah salah satu efek dari Perjanjian Renville di Indonesia. Kesepakatan di wilayah ini memaksa Indonesia untuk menarik pasukannya dari wilayah Indonesia, yang menjadi tempat kedudukan Belanda di bawah Perjanjian Renville. Juga dapat dikatakan bahwa itu melemahkan militer Indonesia. Pasukan Indonesia harus ditarik dari wilayah sipil. Namun demikian, pasukan Indonesia dengan cara diam-diam terus melakukan perang gerilya. Baca juga : Nilai Praksis Pancasila


  • Meledaknya Agresi Militer II

Menurut Perjanjian Renville, jalur Van Mook didirikan sebagai batas wilayah yang diduduki oleh Belanda dan wilayah Indonesia. Pada waktu itu terjadi gencatan senjata antara Indonesia dan Belanda. Pada akhir 1948, tentara Indonesia menyusup ke dalam wilayah yang diduduki Belanda. Ini berarti Indonesia melanggar perjanjian. Akibatnya, agresi militer Belanda II meledak, yang diluncurkan oleh Belanda pada tanggal 19 Desember 1948.


  • Indonesia Menjadi Terpecah Belah

Contoh lain dari dampak Perjanjian Renville terhadap Indonesia adalah terfragmentasi bangsa Indonesia. Penaklukan daerah Belanda di Indonesia membuat wilayah Indonesia lebih kecil dan lebih kecil sehingga menguntungkan Belanda. Dengan transformasi wilayah dan bentuk pemerintahan transisional.

Belanda membentuk Negara Persemakmuran yang sama seperti negara boneka Belanda di Indonesia. Negara ini termasuk BFO atau Bijeenkomst voor Federaal Overlag. Beberapa anggota persatuan ini adalah negara Madura, negara Borneo Barat, negara Sumatera Timur dan negara Jawa Timur. Negara ini juga lebih mementingkan urusan Belanda ketimbang Indonesia. Baca juga : Tahapan Perjanjian Internasional


Keuntungan Perjanjian Renville Bagi Indonesia

Wilayah Indonesia diakui secara de facto, ini menguatkan kedudukan Indonesia dimata internasional
Kerugian bagi Indonesia.


Makna Perjanjian Renville

Adanya Perjanjian ini ialah untuk menyelesaikan berbagai perselisihan atas Perjanjian Linggarjati pada 1946. Perjanjian ini mencakup perbatasan antara wilayah Indonesia dan Belanda, yang dikenal sebagai jalur Van Mook.


Mengapa Terjadi Perjanjian Renville

Mengapa terjadi perjanjian renville adalah karena Perjanjian Linggarjati tidak lagi disepakati oleh kedua belah pihak, yang menyebabkan keadaan yang semakin memanas setelah pecahnya agresi militer Belanda I. Karena atmosfer semakin tidak berpihak, maka dewa Keamanan PBB telah mengeluarkan sebuah resolusi untuk membolehkan Belanda dan Indonesia menerapkan gencatan senjata dan menyelesaikan konflik dengan KTN atau Komisi tiga negara sebagai mediator. Baca juga : Peran Indonesia Dalam Hubungan Internasional


Cerita Singkat Perjanjian Renville

Perjanjian Renville diadakan untuk menyelesaikan perang antara Indonesia dan Belanda. Ini adalah konflik yang disebabkan oleh serangan Belanda yang disebabkan oleh peristiwa agresi militer I dari 21 Juli sampai 4 Agustus 1947. Belanda juga dianggap melanggar isi Perjanjian Linggarjati yang disepakati sebelumnya.

Hal ini menyebabkan reaksi keras dari luar. Dewan Keamanan PBB kemudian mengadakan resolusi gencatan senjata antara Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 6 Agustus 1947, Gubernur Jenderal Belanda Van Mook memerintahkan gencatan senjata, sehingga serangan Belanda terhadap agresi militer I dihentikan.

Pada tanggal 25 Agustus, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi guna menyudahi konflik antara Indonesia dan Belanda melalui pembentukan Komisi tiga negara (KTN). Tiga negara terdiri dari Australia (dipilih oleh Indonesia), Belgia (dipilih oleh Belanda) dan Amerika Serikat sebagai perantara yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Pada tanggal 29 Agustus 1947, Belanda memproklamirkan jalur Van Mook, yang membatasi wilayah Republik Indonesia dan Belanda. Wilayah Republik Indonesia hanya sepertiga dari pulau Jawa dan Sumatera. Blokade yang dilakukan oleh Belanda juga mencegah masuknya senjata, makanan dan pakaian ke dalam wilayah Republik Indonesia. Baca juga : Pengertian Filsafat Pancasila : Fungsi, Tujuan, Contoh


Demikianlah ulasan dari ppkn.co.id mengenai Dampak Perjanjian Renville : Keuntungan Perjanjian Renville Bagi Indonesia, Makna Perjanjian Renville, Mengapa Terjadi Perjanjian Renville, Cerita Singkat Perjanjian Renville, semoga bisa bermanfaat.