Contoh Resensi Buku

Posted on

Contoh Resensi Buku : Pada kesempatan kali ini ppkn.co.id akan memberikan ulasan mengenai Contoh Resensi Buku, yuk simak dibawah ini:


Contoh Resensi Buku


Sekilas tentang Resensi buku

Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, reensere atau revidere. Kata itu berarti meninjau, meninjau, mempertimbangkan atau menilai.

Oleh karena itu resensi buku merupakan evaluasi atas buku tersebut. Padahal, tak hanya buku-buku yang bisa diulas, , tapi juga karya seni film dan teater.

Resensi buku biasanya ditulis dari sudut pandang penulis sebagai seorang ahli. Oleh karena itu, setiap resensi buku akan berbeda karena pendapatnya berbeda-beda.

Resensi buku sebenarnya adalah Resensi penulis, dan tidak ada orang lain yang mengomentarinya. Biasanya Resensi berisi kelebihan, kekurangan, dan informasi buku yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Menulis Resensi harus didasarkan pada pengamatan kritis dan keseimbangan antara kekuatan dan kelemahan.

Saat menulis resensi buku, Anda juga harus memberi tahu penulis buku, abstrak, dan informasi penting lainnya di buku tersebut.

Beberapa tujuan resensi buku antara lain membaca buku, menyampaikan informasi dengan mudah, membantu pemikiran, dan memberikan inspirasi.

Contoh Resensi Buku


Manfaat resensi buku

Ini adalah beberapa manfaat Resensi:

  • Bahan yang perlu dipertimbangkan: Resensi buku dapat memberi pembaca gambaran umum tentang buku tersebut.
  • Nilai ekonomis: Jika pengulas Anda muncul di media, Anda bisa mendapatkan uang atau hadiah atau buku berlisensi dari penerbit secara gratis.
  • Alat promosi buku: Resensi buku biasanya berasal dari buku baru yang belum pernah dilisensikan, sehingga dapat digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan buku baru.
  • Pengembangan kreativitas: Semakin banyak Anda menulis, keterampilan Anda akan semakin terasah. Demikian pula, semakin sering Anda menulis resensi buku, semakin Anda dapat mengembangkan kreativitas Anda.

Tujuan Resensi buku

  • Pahami pro dan kontra dari pekerjaan yang sedang ditinjau.
  • Uji kualitas karya dan bandingkan dengan karya lain.
  • Undang pembaca untuk mendiskusikan pekerjaan yang ditinjau.
  • Bantu pembaca memahami deskripsi umum dan evaluasi karya secara ringkas.
  • Pahami latar belakang dan alasan pekerjaan tersebut.
  • Memberikan Resensi kepada kreator berupa kritik dan saran.
  • Memberi pembaca pemahaman dan informasi yang komprehensif tentang pekerjaan Resensi.

Jenis resensi buku

Resensi deskriptif

Jenis Resensier ini memberikan Resensi karya yang semua aspeknya dipertimbangkan, dan setiap bagian dianggap penting. Biasanya penulis meResensi setiap bab secara detail untuk mendapatkan penilaian yang akurat.

Resensi Informatif

Apakah pemberi Resensi deskriptif memberikan Resensi rinci. Ini berbeda dengan jenis Resensi informasi yang dilakukan melalui penilaian singkat.

Resensi kritis

Resensi kritis akan memberikan argumen yang akurat. Bukan hanya untuk membuat penilaian terbaik atas buku ini.

Namun ia juga menjelaskan data dalam bentuk teori, sehingga pandangannya didukung oleh ilmu pengetahuan.

Sebagian besar karya yang menggunakan jenis Resensi ini adalah buku non fiksi karena mengandung ilmu pengetahuan dan teknologi murni.

Langkah-langkah untuk Meresensi buku

Membaca buku

Sebelum melakukan Resensi, Anda harus mengetahui konten karya yang akan diResensi. Silakan baca buku dan pahami setiap kalimat. Pastikan Anda membaca pekerjaan sampai selesai sepenuhnya.

Tuliskan poin-poin penting

Tuliskan poin penting yang akan membantu Anda meninjau. Cari juga kelebihan dan kekurangan membaca.

Menulis Resensi

Langkah terakhir adalah menuliskan konten karya yang sedang Anda baca berdasarkan jenis Resensier yang dipilih.


Contoh Resensi novel

Identitas buku

Judul: Koala Kumal
Penulis: Raditya Dika
Ketebalan buku: 250 halaman
Penerbit: Gagas Media
Tahun terbit: 2015

Ringkasan Kumar Koala

Raditya Dika adalah salah satu insan kreatif Indonesia, dan karyanya telah berhasil diterima masyarakat luas. Kesuksesannya berawal dari aktivitas hoaxnya yaitu blog.

Karya di blognya kemudian diadaptasi menjadi buku fiktif berjudul “Kambing Jantan” yang merupakan karya pertama Raditya Dika.

Saat ini Dika telah menulis 7 novel. Dia telah mengalami perubahan yang mengguncang dunia, menulis bukan lagi aktivitas yang menarik, dan dia juga seorang multi-profesional.

Sekarang ia berperan sebagai penulis, sutradara, komedi (stand-up comedy), aktor dan aktor umbi. Keindahan Dika adalah dia bisa menguasai semua pekerjaan.

Pada 2015, Raditya Dika merilis buku barunya “Koala Kumar”. Sebuah buku tentang cinta yang manis dan menyakitkan. Seperti karya-karyanya sebelumnya, Dika sarat dengan konsep drama komedi romantis.

Raditya Dika berbicara tentang memilukan dalam bukunya. Pernah ada orang yang saling mencintai merasa nyaman, namun saat bertemu kembali, perasaan itu lenyap.

Dika mengilustrasikannya dengan kisah seekor koala yang bermigrasi dari habitatnya ke hutan. Namun saat Koala kembali, ia bingung karena hutan tempat tinggalnya pernah ditebang akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

Dari uraian fiktif tersebut, Dika memberi judul buku barunya “Koala Kumar”. Dika dulu, Dika selalu menambahkan komedi pada karyanya, namun dalam buku “Koala Kumal” ini, ia mengabdikan dirinya pada komedi. Karena Dika sendiri punya prinsip, yaitu lucu tidak harus menggunakan komedi yang kasar, jadi inner comedy juga bisa jadi sangat menarik. Koala Kumal menjelaskan bahwa patah hati adalah proses kedewasaan. Patah hati, jangan menyerah untuk mengejar cinta. Harapan dalam perjuangan. Karenanya, dalam perebutan cinta, Anda harus bisa tetap nyaman.

Kelebihan Buku

Buang kisah cinta yang sangat cocok untuk dibaca remaja. Konsep temanya selalu sama seperti di buku-buku sebelumnya. Gunakan gaya bahasa yang umum dipahami. Sistem penulisannya jauh lebih baik daripada karya perdananya “Kambing Jantan”.

Kekurangan buku

Secara umum, yang kurang adalah buku tersebut lebih tipis dari karya tulis lainnya.

Contoh resensi buku non fisik

Identitas buku

Judul: Hewan Langka
Penulis buku: James Green
Penerbit buku: Pakar Raya
Pencetakan: 2006
Tebal: 32 halaman

Ringkasan Hewan Langka

Banyak dari kita sangat menyukai binatang buas. Namun, banyak hewan liar kini menghadapi ancaman kepunahan. Bahkan beberapa di antaranya mungkin telah punah.

Dalam buku karangan Jen Green ini terdapat banyak sekali ilmu yang mengajak kita untuk mempelajari lebih jauh tentang penyebab hewan langka dan cara menyelamatkannya dari kepunahan.

Hewan dan tumbuhan yang punah mengacu pada hewan dan tumbuhan yang semuanya telah mati. Hewan yang sangat langka adalah hewan yang terancam punah, jika tidak populasinya akan musnah.

Pada zaman kuno, banyak spesies telah punah. Ini karena hewan ini tidak dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Pada era ini sedang terjadi pemanasan global yang merupakan akibat dari perubahan cepat suhu bumi. Ada banyak alasan mengapa hewan menjadi langka atau bahkan punah.

Polusi, penebangan liar, perburuan besar-besaran, penangkapan ikan berlebihan, hujan asam semuanya membuat satwa liar langka.

Untungnya, ada beberapa pecinta alam yang rela menyelamatkan spesies langka. Tidak hanya harus menjadi pecinta alam, tetapi juga membantu melindungi spesies yang terancam punah.

Namun demikian, masyarakat juga harus melakukan tindakan, salah satunya dengan mematuhi hukum yang berlaku terkait perlindungan spesies yang terancam punah.

Kelebihan Buku

Dari segi tata bahasa, buku ini dapat membantu siswa dengan kemampuan membaca yang berbeda dan dapat mengapresiasi buku yang sama. Baik itu konten penting di kelas atau kelompok bacaan itu sendiri.

Kekurangan buku

Masih ada beberapa istilah asing yang belum dijelaskan. Sehingga masih menimbulkan tanda tanya bagi pembaca.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan dari ppkn.co.id mengenai Contoh Resensi Buku, semoga bisa bermanfaat.