Trafo – Jenis, Pengertian dan Prinsip Kerja Trafo

Diposting pada

Trafo – Jenis, Pengertian dan Prinsip Kerja Trafo

jenis jenis trafo

jenis jenis trafo – Pada kali ini akan membahas tentang trafo atau transformator secara lengkap dengan pengertian dan jenis trafo beserta prinsip kerja dan gambar nya. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini

Pengertian Tranfo

Transformator adalah suatu alat yang memindahkan tenaga listrik antar dua rangkaian listrik atau lebih melalui induksi elektromagnetik.”

Jenis Trafo

Transformator step-down

Step-Up

Transformator step-up adalah transformator yang mempunyai lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, hingga memiliki fungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini umum ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang dipakai dalam transmisi jarak jauh.

Step-Down

Transformator step-down mempunyai lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga memiliki fungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC.

Autotransformator

Transformator jenis ini terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik, dengan sadapan tengah. Sebagian lilitan primer dan merupakan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder berlawanan dengan arus primer, hingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder mampu dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa.

Keuntungan dari autotransformator merupakan ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Tetapi transformator jenis ini tidak bisa memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder.

Selain itu, autotransformator tidak mampu dipakai sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat

Autotransformator variabel

Autotransformator variabel sebenarnya yaitu autotransformator yang sadapan tengahnya mampu diubah-ubah, memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah.

Transformator isolasi

Transformator isolasi mempunyai lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer, tegangan sekunder samadengan tegangan primer. Tetapi beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak guna mengkompensasi kerugian. Transformator ini memiliki fungsi sebagai isolasi antara dua kalang. Untuk penerapan audio, transformator jenis ini sudah banyak digantikan oleh kopling

Transformator pulsa

Transformator pulsa merupakan transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. Transformator ini memakai material inti yang cepat jenuh hingga setelah arus primer mencapai titik tertentu, fluks magnet berhenti berubah. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder cuma terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet, transformator memberikan keluaran saat inti tidak jenuh, yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah.

Transformator tiga fase

Transformator tiga fase merupakan tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. Lilitan primer umumnya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta

Kerugian dalam transformator

Di dalam praktik terjadi beberapa kerugian yang diantaranya yaitu

kerugian tembaga.
Kerugian I 2 R pada lilitan tembaga yang disebabkan resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya.

Kerugian kopling.
Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tak sempurna, hingga tidak semua fluks magnet diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini bisa dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis antara primer dan sekunder.

Kerugian kapasitas liar.
Kerugian yang disebabkan kapasitas liar yang ada pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini memengaruhi efisiensi transformator pada frekuensi tinggi. Kerugian ini mampu dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak

Kerugian histeresis.
Kerugian yang terjadi saat arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak mampu mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini bisa dikurangi dengan memakai material inti reluktansi rendah.

Kerugian efek kulit.
Sebagaimana konduktor lain yang slalu dialiri arus bolak-balik, arus ini cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian ini bisa dikurangi dengan memakai kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil saling terisolasi. Untuk frekuensi radio dipakai kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.

Kerugian arus Eddy.
Kerugian yang disebabkan ggl masukan yang menimbulkan arus pada inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet dan membangkitkan ggl. Karena adanya fluks magnet yang berubah, terjadi tolakan fluks magnet di material inti. Kerugian ini berkurang jika dipakai inti berlapis-lapis.

Prinsip kerja

Transformator bekerja atas dasar prinsip induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolak-balik membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder.

Fluks bolak-balik menginduksikan gaya gerak listrik pada lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya lilitan primer dilimpahkan ke lilitan sekunder.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai trafo,Semoga bermanfaat

Refrensi Teknologi : KLIKDISINI