Contoh Metode Penelitian Biologi

Diposting pada

Metode Penelitian Biologi

Contoh Metode Penelitian Biologi

Pengertian Penelitian.

Penelitian sering sekali dideskripsikan sebagai sesuatu proses investigasi yang dilakukan dengan tekun, aktif dan sistematis, yang bertujuan untuk menginterpretasikan,  menemukan dan merevisi fakta-fakta. Penyelidikan intelektual ini akan menghasilkan sesuatupengetahuan yang lebih mendalam lagi untuk mengentahui suatu peristiwa, teori , tingkah laku, dan hokum, juga akan membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah ini sering dipakai guna menjelaskan sesuatu subjek tertentu, dan di hubungkan dengan hasil dari suatu ilmu atau metode ilmiah.

√Tahapan Metode Penelitian Biologi (LENGKAP)

Tahapan-Tahapan Melakuan Penelitian Ilmiah

  • Merencanakan Penelitian

Pernahkan anda melakukan penelitian ? pasti anda sering mendengan kata penelitian baik di sadari maupun tidak. Penelitian merupakan suatu uraha yang teratur dan cermat guna menemukan jawabah ilmiah dari suatu masalah, peneliatian dapat di lakukan kapan saja dan dimana saja. Penelitian juga dapat dilakukan di lalutan daratan bahkan juga di luar angkasa sana.

Untuk anda yang ingin melakukan penelitian, ada beberapa hal yang harus dilakukan terlebih dahulu, diantaranya yaitu, mengidentifikasi maslah, merumuskan tujuan maslah, dan  menetapkan jenis penelitian.

  • Mengidentifikasi Masalah

Mengidentifikasi maslah merupakan langkah pertama dalam melakukan penelitian. Masalah dapat timbul disengaja maupun tidak. Maksud dari maslah sengaja ialah maslah yang timbul merupakan hal yang sengaja untuk dicari dan dipecahkan.  Misalnya ialah pak petani yang ingin mengetahui doses pupuk yang tetap untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman padi dansayurannya.

Kadang pula maslah  timbul seara tidak disengaja. Misalnya, seorang peternak sapi melihat tanaman yang tumbuh dekat kandang sapi lebih subur dari pada tanaman yang tumbuh di halaman rumahnya. Maka, dalam benak pikiran petani ini timbul pertanyaan, mengapa besa demikian.

  • Merumuskan Tujuan

Merumuskan tujuan sangatlah penting untuk melakukan sebuah penelitian. Hal ini agar penelitian yang dilakukan mencapai hasil yang maksimal. Masalah yang akan dihadapi sangat luang ruang lingkupnya. Dengan merumuskun tujuan, masalah yang sangat luar ruanglingkupnya ini bias dihadapi dengan mempersempin.

Ada dua hal yang harus diperhatikan ketika merumuskan tujuan penelitian, diantaranya yaitu apa yang akan dilakukan dan pertanyaan apa yang ingin di jawab. merumuskan tujuan penelitian sangat membantu terhadap  suatu maslah yang akan diteliti.

  • Menetapkan Jenis Penelitian

Hal yang harus dilakukan selanjutnya ialah Menetapkan Jenis Penelitian. Jeneis penelitian yang digunakan garus lah sesuang dengan apa sasalah yang akan di pecahkan.

Terdapat banyak sekali jenis penelitian yang dapat dipakai sesuai dengan tujuan yang ingin di capai. Contoh yang sering di gunakan dalam penelitian diantaranya deskriptif dan eksperimental.

Deskriptif

                Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis, akurat mengenai fakta-fakta, factual dan sifat-sifat objektif yang diselidiki.

Dengan penelitian deskriptif ini, dapat diperoleh informasi data yang mendetail. Misalnya, penelitian untuk mengetahui data populasi harimau Sumatra di bukit barisan, Sumatra.

Ekperimental

                Penelitian ekperimental ini tujuannya untuk mengetahui pengeruh perlaukan tertentu kepada suatu objek penelitian dan juga membandingkan hasilnya dengan kelompok control. Kelompok control ini di jadikan sebagai pembanding. Dalam ilmu bidang biologi, banyak sekali dilakukan penelitian jenis ini. Misalnya ialah penelitian guna melihat pengerum pemberian pupuk atau pun hormone tertentu pa tumbuhan sejenis tanaman tertentu.

  • Melakukan Penelitian

Metode ilmiah merupakan metode yang digunakan oleh ilmuan. Seorang ilmuan memiliki merode tertentu untuk menjawab permasalahannya. Metode ilmiah ini digunakan oleh para ilmuan untuk dapa memecahkan persoalan yang dihadapinya. Ilmuan juga menggunakan metode ini untuk mengetahui dan juga untuk membuktikan jawaban dari suatu permasalahannya. Metode ini dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut.

  • Merumuskan masalah

Masalah yang ditemukan haruslah dirumuskan seara konkret atau terbambarkan dengan jelas. Franceso Redi, merupakan seorang ilmuan yang meragukan teori generasi spontan. Francesco redi bersahat dengan ilmuan inggris bernama wiwiam Harvey. Wiliam Harvey juga pernah melakukan pembedahan terhadap seekor rusa. Harvey menyimpulkan hewan tumbuh dari bihi atau telur yang sangat kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.

  • Menentukan Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan sementara dari suatu permasalahan. Ketika membuat hipotesis, anda telah memperkirakan jawaban sementara daripertanyaan yang telah anda buat saat anda melakukan observasi dan juga menggunakan informasi yang telah anda miliki. Dari hipotesis ini maka timbullah prediksi, prediksi merupakan hasil yang di harapkan yang diperoleh dari hipotesis

  • Menguji Hipotesis

Untuk melakukan hipotesis umumnya dilakukan eksperimen. Akan tetapi, juga ada hipotesis yang diui engan pengamatan saja. Dalam melakukan eksperimen, terdapat beberapa faktor yang mengaruhi eksperimen tersebut. Diantaranya ialah variable populasi dan sampe serta rancangan penelitian.

  • Merencanakan eksperimen

Rancangan eksperimen perlu dibuat secara cermat agar data yang diperoleh akurat. Rancangan eksperimen meliputi penyediaan alat dan bahan, penentuan tempat dan waktu juga cara kerja ekspermen. Bahan merupakan alat yang dapat di gunakan dalam penelitian dan juga dapat habis. Dan alat merupakan

  • Melakukan eksperimen

Dalam melakukan suatu eksperimen, seharusnya kita menentukan kelompok percobaan, yaitu kelompok perlakuan dan juga kelompok control. Fungsi control ini ialah sebagai pembanding dalam percobaan yang sedang kita uji.

  • Melakukan observasi dalam eksperiman

Observasi tidak harus menggunakan indra penglihatan saja, akan tetapi menggunakan indra yang lalinnya. Semakin banyak indra yang terlibar dalam observasi maka data yang diperoleh akan semakin lengkap.

  • Pengumpulan data

Data merupakan hasi dari observasi, baik data kualitatif maupun juga data kuantitatif. Data yang diperoleh dapat disajikan dengan berbagai bentuk, misalnya seprti grafik. Penyusunan data yang benak akan sangat memudahkan oerang lain untuk menganalisis, membaca dan juga menarik kesimpulan.

  • Manarik kesimpulan

Kesimpulan merupakan kalimat meringkas suatu percobaan yang sudah dilakukan, saat anda menarik kesimpulan, anda haruslah mamutuskan apakan data yang diperoleh anda mendukung hipotesis yang dibuat atau tidak.

  • Menguji kembali kesimpulan

Apakan percobaan redi dapat meyakinkan semoa orang bahwa alat tersebut ialah berasal dari alat, bukan berasal dari daging yang sudah membusuk?

Banyak sekali ilmuan yang meragukan penelitian redi. Mereka juga tidak menemukan belatung atau cikal-bakal lalat di stoples yang ditutup rapat.

  • Mengomunikasikan Hasil Penelitian

Mengomunikasikan hasil penelitian sangatlah penting di bidang IPA. Hal ini desebabkan pengomunikasian hasi penelitian sangat berguna untuk kemajuan dan juga perkembangan IPA.

Bagaimana susunan laporan ilmiah itu ?, karya ilmiah memiliki sestematika tertentu yang terdiri dari pendahuruan, metodologi penelitian dan hasil, pembahasan juga kesimpulan dan juga sasaran.

  • Pendahuluan

Pendahuluan ini berisi latar belakang penelitian, isinya ialah mengapa anda memilih tema tersebut dan manfat dari penelitian tersebut.

  • Kajian teori

Pada bab ini berisi penjelasan dan juga teori yang berhubungan dengan penelitian. Bab ini juga menjelaskan berbagai variable yang ada hubungan dengan penelitian.

  • Metode penelitian

Dalam metode ini, anda menjelaskan alat dan bahan yang digunakan, tenik penelitian, lokasi dan juga cara menganalisis data. Anda harus menuliskan secara detail dalam menuliskan metode penelitian ini, agar orang lain dapat membaca dan mengerti apa yang anda tulis.

  • Hasil dan pembahasan

Pada bab ini, dayang yang sudah diperoleh kemudian di analisis, data berupa, grafik, table dan juga diagram. Babini juga berisi tentang penjelasan mengenai analisis hipotesis dan hasil penelitian.

  • Kesimpulan dan saran

Kesimpulan ini merupakan jawaban dari hasil pengujian hipotesis, dalam bagian ini juga biberikan saran yang berhubungan erat dengan penelitian ini.

  • Bersikap Ilmiah

Anda harus memiliki sikap ilmiah sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan untuk melakukan kerja ilmuah. Sikap ini sangatlah penting agar anda bias menjadi penyelidik yang menghasilkan karya yang baik. Berikut ini adalah beberapa sikap ilmiah yang perlu anda miliki;

  • Membedakan fakta dan Opini

Dapat membedakan fakta dan opini merupakan sikap yang sangat perlu dimiliki oleh seorang  peneliti saintis, opini adalah pendapat, sedangkan fakta adalah kenyataan. Seorang saintis haruslah menyajikan faktor-faktor dalam bentuk data dan juga menghindari opini-opini yang tidak didukung fakta.

  • Berfikir kritis

Berfikir kritis berarti mengombinasikan apa yang telah anda ketahui dengan fakta baru yang diberikan, berpikir kritis sangat lah penting karena informasi yang telah kita terima itu belum tentu benar.

  • Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan

Sikap ilmiah yang perlu kita miliki ialah berani dan santun dalam mengajuakn pertanyaan. Terutama saat kita bekerja dengan oranglain, anda harus bisa menjag kekompakan dan kerja sama dengan baik.

  • Memiliki rasa ingin tahu

Rasa ingin tahu merupakan dasar dari perkembangan ilmu pengetahuan alam. Ahli sain selalu ingin tahu apa, mengapa, bagai mana atau dimana terhadap segala sesuatu.

  • Tekun dan peduli lingkungan

Ketekunan merupakan slah saru persyaratan dalam keberhasilan melakukan penelitian. Sikap paduli lingkungan juga harus tertanam dalam jiwa saintis karena penelitian akan sia-sia jika ternyata proses maupun hasilnya merusak lingkungan.

Demikian ulasan dari PPKN.CO.ID semoga bermanfaat…..

Refrensi Teknologi : KLIKDISINI