Gurindam

Diposting pada
5/5 - (17 votes)

Gurindam : Pengertian Dan Contohnya : Pada kesempatan kali ini ppkn.co.id akan memberikan ulasan mengenai Gurindam : Pengertian Dan Contohnya, yuk simak dibawah ini:


Gurindam


Pengertian Gurindam

Gurindam adalah puisi kuno yang berisi dua bait, pada setiap bait terdapat dua baris dengan irama yang sama, yang merupakan satu kesatuan.

Sastra Hindu atau Gurindam yang dibawa oleh umat Hindu. Gurindam atau “Tamil” dari India, yaitu Kirindam dalam arti kiasan, pada awalnya tidak bisa berkata-kata.

Baris pertama berisi pertanyaan, kesepakatan atau pertanyaan tersebut, dan baris kedua berisi jawaban atau hasil dari pertanyaan atau kesepakatan pada baris pertama.

Gurindam


Ciri Ciri Gurindam

  • Gurindam terdiri dari dua baris di setiap bagian.
  • Jumlah kata di setiap baris adalah 10-14 kata.
  • Setiap garis memiliki hubungan sePasal akibat.
  • Setiap baris berima A-A, B-B, C-C, dll.
  • Makna atau isi gurindam ada pada baris kedua.
  • Isi gurindam biasanya berkaitan dengan kata-kata mutiara atau falsafah hidup, sugesti.

Jenis Gurindam

Gurindam Berangkai

Ini adalah bentuk gurindam dan diwakili oleh kata yang sama pada baris pertama setiap bagian. contoh:

  • Lakukan saja apa yang menurut Anda benar
  • Lakukan saja apa yang menurut Anda cocok
  • Hidup hanya bergantung pada hati
  • Hidup sebentar lalu mati

Gurindam Berkait

Itu adalah gurindam yang ditandai dengan hubungan antara ayat pertama dan ayat berikutnya. contoh:

  • Siapa yang tidak ingin tersesat di akhirat
  • Jadi sudah terlambat untuk bertobat
  • Tapi siapa yang akan bertobat dengan cepat sebelum akhir dunia
  • Kemudian Anda mendapatkan nama nama aman

Persamaan dan perbedaan antara Gurindam, Pantun dan Syair

Menurut bentuknya, gurindam hampir sama dengan pantun kilat atau karmina. Bedanya, Carmina terdiri dari anggrek dan isinya, sedangkan gurindam tidak ada anggrek.

Kedua garis gurindam tersebut merupakan kalimat kausal yang berisi sugesti atau peringatan agar manusia hidup jujur.

Gurindam juga memiliki kemiripan dengan syair tanpa anggrek udara. Namun puisi tersebut terdiri dari empat baris / baris masing-masing, dan isinya berupa rangkaian cerita.

Sedangkan gurindam hanya terdiri dari dua baris, dan ruas-ruasnya tidak selalu bersinggungan atau muncul dalam bentuk rangkaian cerita.


Contoh Gurindam: Gurindam Dua Belas

Gurindam 12 ditulis pada tahun 1847M oleh Raja Ali Haji di Pulau Penyengat di Kepulauan Riau.

Karya ini memiliki 12 Pasal dan diklasifikasikan sebagai puisi doktrinal karena berisi nasihat dan petunjuk untuk hidup yang diberkati oleh Tuhan.

Menurut Raja Ali Haji, qulantan adalah pantun penutup dari suatu pasangan, tetapi bisa dikatakan hanya ada satu pasangan. Irama pertama adalah Sarah, dan ritme kedua adalah jawabannya.

Disebut gurindam dua belas karena terdiri dari dua belas Pasal. Meski hanya terdiri dari dua belas pasal.

Walaupun isi dua belas gurindam tersebut mencakup cakupan yang sangat luas, seperti ketuhanan, kekeluargaan, moralitas sosial, dan status bangsa. Berikut ini adalah isi Pasal 12 “gurindam” dari Pasal 1 sampai dengan Pasal 3.

Pasal 1

Orang yang tidak beragama
Nama ini mungkin dihapus dari waktu ke waktu.

Siapa yang tahu empat ini
Maka dia adalah orang yang kejam.

Siapa yang mengenal Allah,
Dipesan, dia tidak salah.

Siapa yang mengenal dirinya sendiri
Saya sudah mengenal dewa laut saat itu.

Siapa yang tahu dunia,
Anda tahu dia adalah hal yang rumit.

Siapa yang tahu nanti
Ketahuilah bahwa dia adalah dunia yang buruk.

Pasal pertama gurindam berarti menekankan pentingnya agama. Menurut Raja Ali Haji, orang yang beragama niscaya akan mengenal dirinya sendiri dan mengenal Tuhannya sehingga tidak tertipu oleh tipu daya dunia.

Pasal 2

Siapa yang tahu itu
Saya tahu apa arti ketakutan.

Siapa yang pergi untuk berdoa,
Seperti rumah tanpa pilar.

Siapa yang meninggalkan puasa,
Tidak mendapat dua istilah.

Siapa yang meninggalkan Tianyi
Tidak ada kekayaan yang diberkati.

Siapa yang pergi menuju j
Tidak, dia tidak menepati janjinya.

Dalam Pasal 2, Raja Ali Haji menjelaskan bahwa agama memiliki seperangkat aturan yang membimbing orang menuju kebaikan.

Pasal 3

Jika Anda menjaga mata Anda
Sedikit keinginan.

Jika telinga dipertahankan,
Kabar buruknya ada di sini.

Jika Anda menjaga lidah Anda
Tidak diragukan lagi bisa ada pedah.

Memang, Anda memegang tangan Anda,
Lebih penting dari apapun yang penting.

Jika perut terlalu kenyang,
Iblis yang keluar tidak begitu terbunuh.

Anggota perantara harus ingat,
Di situlah banyak orang putus asa.

Jaga kaki
Ketimbang berjalan akan mendatangkan kerugian.

Pada pasal ini menekankan pentingnya melindungi anggota tubuh untuk kesehatan manusia. Selain itu, orang yang lalai dalam menjaga tubuhnya akan mengalami kerugian.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan dari ppkn.co.id mengenai Gurindam : Pengertian Dan Contohnyam, semoga bisa bermanfaat.