Latar Belakang Gerakan Non Blok

Diposting pada

Latar Belakang Gerakan Non Blok – Pada pembahasan kali ini ppkn.co.id akan memberikan ulasan mengenai Latar Belakang Gerakan Non Blok, yuk disimak ulasannya dibawah ini :


Latar Belakang Gerakan Non Blok


Ini adalah organisasi internasional yang terdiri dari lebih dari 120 negara yang tidak menganggap diri mereka milik atau aliansi dengan atau melawan blok kekuatan besar mana pun di dunia.

Latar Belakang Gerakan Non Blok


Sejarah Gerakan Non Blok

Kata “Non-Blok” pertama kali diperkenalkan oleh Perdana Menteri India Nehru dalam pidatonya tahun 1954 di Kolombo, Sri Lanka.

Dalam pidatonya, Nehru memaparkan tentang lima pilar yang dapat dijadikan pedoman untuk membentuk hubungan Sino-India yang disebut dengan Panchsheel (lima pengendali).

Prinsip inilah yang kemudian dijadikan dasar bagi Gerakan Non Blok. 5 pandangan itu ialah:

  • Sepakat meng hormati integritas dan kedaulatan wilayah.
  • Perjanjian non-agresi
  • Jangan ikut campur dalam urusan internal negara lain
  • Kesetaraan dan saling menguntungkan
  • Jaga perdamaian

Gerakan Non Blok sendiri lahir dari KTT Asia-Afrika pada konferensi yang diadakan di Bandung, Indonesia, tahun 1955.

Di sana, negara-negara yang tidak berpihak pada blok tertentu telah menyatakan keinginannya untuk tidak terlibat dalam konfrontasi Ideologi Barat-Timur.

Tokoh tidak diam diri ini ialah 5 pe mimpin dunia: Josip Broz Tito Pemimpin Yugoslavia, Soekarno Pemimpin Indonesia, Gamal Abdul Nasser Pemimpin Mesir, Pandit Jawaharlal Nehru, Per dana Menteri India, serta Kwame Nkrumah Pemimpin Ghana.

Gerakan ini kehilangan kredibilitasnya pada akhir 1960-an ketika para anggotanya mulai terpecah dan bergabung dengan blok lain, khususnya Blok Timur.

Muncul pertanyaan tentang bagaimana negara yang bersekutu dengan Uni Soviet seperti Kuba dapat mengklaim sebagai negara disonansi. Gerakan itu kemudian terbagi total selama invasi Soviet ke Afghanistan pada 1979.


Latar Belakang Gerakan Non Blok

Gerakan Non Blok adalah organisasi negara-negara yang tidak berpihak pada Blok Barat dan Blok Timur. Latar belakang berdirinya Gerakan Non Blok adalah sebagai berikut.

Terinspirasi oleh Konferensi Asia Afrika di Bandung (1955) di mana negara-negara yang pernah dijajah perlu membangun solidaritas untuk menghapus segala bentuk penjajahan.

Krisis Kuba tahun 1961 dimana Uni Soviet membangun pangkalan rudal besar-besaran di Kuba, hal ini mengakibatkan Amerika Serikat merasa terancam sehingga suasana menjadi mencekam.

Ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur menyebabkan terbentuknya GNB. Berikut yang memprakarsai berdirinya Gerakan Non Blok, antara lain:

  • Presiden Soekarno dari Indonesia,
  • Presiden Gamal Abdul Nasser dari Republik Arab-Mesir Bersatu,
  • Perdana Menteri Pandith Jawaharlal Nehru dari India,
  • Presiden Josep Broz Tito dari Yugoslavia, dan
  • Presiden Kwame Nkrumah dari Ghana.

Tujuan Gerakan Non Blok

Di bawah ini adalah beberapa tujuan dari gerakan non-blok

1). Menjaga Perdamaian Dunia

Tujuan utama Gerakan Non-Blok adalah untuk menjaga perdamaian dunia. Perang dingin mengakibatkan kedua blok tersebut berusaha untuk terus memperluas wilayah pengaruh ideologis mereka.

Akibatnya perdamaian dunia terus terganggu. Ada banyak metode yang digunakan oleh blok barat dan timur untuk menanamkan ideologi mereka, baik secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi, misalnya seperti mengirim mata-mata.

2). Menjamin kemerdekaan dan keutuhan wilayah negara anggota

Tujuan kedua dari Gerakan Non Blok adalah untuk menjamin kemerdekaan, kedaulatan dan keutuhan wilayah negara-negara anggota.

Berbagai program dilakukan untuk memastikan ketiga hal tersebut. Sebut saja kerjasama internasional di bidang militer, misalnya seperti mengadakan latihan bersama untuk mempertahankan wilayah perairannya.

3). Melawan Segala Bentuk Kolonialisme

Tujuan ketiga Gerakan Non Blok di dunia adalah melawan segala bentuk penjajahan di dunia.

Misalnya kolonialisme seperti kolonialisme, imperialisme, neo-kolonialisme, rasisme, apartheid, dan segala bentuk agresi atau agresi militer, dominasi negara asing, pendudukan, dan intervensi negara lainnya dalam urusan dalam negeri. Semua itu harus dilawan agar perdamaian bisa tercipta.

4). Menentang Semua Bentuk Blok Politik

Tujuan keempat Gerakan Non Blok untuk perdamaian dunia adalah menentang segala bentuk blok politik.

Artinya semua negara anggota tidak akan berpihak pada salah satu blok yang melakukan perang dingin agar dampak perang tidak sampai. lebih besar dan perdamaian dunia selalu bisa dipertahankan.


Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok

Indonesia berperan sebagai pemrakarsa GNB

Indonesia merupakan salah satu negara yang memprakarsai pembentukan gerakan nonblok. Ia diwakili oleh Presiden Soekarno sebagai kepala negara.

Pemimpin gerakan nonblok pada tahun 1991

Indonesia adalah pemimpin gerakan ini pada tahun 1991. Presiden Soekarno terpilih sebagai Presiden GNB.

Penyelenggara KTT X gerakan non-blok

Sementara Indonesia bertanggung jawab atas NAM, Indonesia memegang NAM X SUMMIT. KTT ini berlokasi di Jakarta, Indonesia dan dikunjungi oleh 106 negara.

KTT GNB X berlangsung dari tanggal 1 sampai 6 September 1992 di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Selesaikan masalah dunia berdasarkan prinsip keadilan

Indonesia adalah negara yang juga menyelesaikan masalah dunia atas dasar perdamaian dunia.

Selain itu, Indonesia juga memperjuangkan hak asasi manusia dan tata kelola ekonomi dunia berdasarkan asas keadilan.

Salah satunya adalah peran penting Indonesia dalam détente di bekas Yugoslavia pada tahun 1991.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan dari ppkn.co.id mengenai Latar Belakang Gerakan Non Blok, semoga bisa bermanfaat.