Kebijakan Moneter Adalah

Posted on

Kebijakan Moneter Adalah – Pada pembahasan kali ini ppkn.co.id akan memberikan ulasan mengenai Kebijakan Moneter, yuk disimak ulasannya dibawah ini :

kebijakan moneter adalah

Kebijakan Moneter

Pada tahun 1998 Indonesia menghadapi kondisi sistem keuangan yang sulit. Ada banyak kerusuhan dan krisis moneter. Anda mungkin juga menjadi bagian yang merasakannya. Selama krisis moneter, nilai tukar rupiah turun dan banyak perusahaan gulung tikar. Berangkat dari acara ini, Indonesia harus bisa belajar dan memperbaikinya, salah satunya adalah kebijakan moneter.

Melalui ini, diharapkan sistem keuangan suatu negara bisa stabil dan baik. Tetapi sebelum itu, apakah Anda tahu tujuan kebijakan moneter? Baca Juga : Kapitalisme Adalah

Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter itu sendiri adalah kebijakan yang dibuat oleh bank sentral (yaitu Bank Indonesia) sehingga stabilitas mata uang dapat dipertahankan. Untuk menjaga stabilitas mata uang, apa yang biasanya dilakukan oleh suatu negara ialah mengontrol inflasi, melakukan rekrut pekerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Arti kebijakan moneter juga dapat ditemukan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa kebijakan moneter adalah kebijakan yang ditentukan dan diterapkan oleh Bank Indonesia untuk mencapai dan menjaga stabilitas nilai rupiah, antara lain melalui pengontrolan jumlah sirkulasi rupiah (JJB) dan suku bunga (BI Rate? Repo Rate).

Sementara itu, ekonom M. Natsir berkata bahwa kebijakan ini menjadi bagian ekonomi makro serta mempunyai target yang bersifat makro. Misalnya pertumbuhan ekonomi negara, penawaran lowongan, neraca pembayaran, dan stabilitas harga.

Tujuan Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter yang diambil oleh penguasa suatu negara bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan negara. Tujuan besar mengambil kebijakan moneter adalah untuk mencapai stabilitas dalam ekonomi makro.

Kebijakan moneter juga bukan sesuatu yang kaku dan statis, tetapi harus terus berubah dan bergerak sesuai dengan kondisi ekonomi negara yang bersangkutan. Berikut ini adalah tujuan kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah.

  • Menyebar luaskan uang ke publik sebagai alat penukaran, serta mengontrol banyaknya uang yang diedarkan.
  • Menjaga keseimbangan kebutuhan likuiditas ekonomi dengan stabilitas tingkat harga.
  • Melakukan distribusi likuiditas yang optimal untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan di berbagai sektor.
  • Bantu pemerintah dalam menjalankan kewajiban yang tidak diwujudkan melalui sumber pendapatan normal.
  • Menjaga stabilitas ekonomi dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan barang dan jasa dengan ketersediaannya di masyarakat.
  • Menjaga stabilitas harga yang dihasilkan dari interaksi antara jumlah uang yang beredar di masyarakat dan jumlah barang yang tersedia.
  • Mencegah inflasi.
  • Peningkatan kesempatan kerja yang dapat dicapai melalui stabilitas ekonomi. Dengan stabilitas ekonomi, diharapkan pengusaha akan semakin termotivasi untuk berinvestasi sehingga dapat memperluas peluang kerja di masyarakat.
  • Tingkatkan ekspor dan kurangi impor untuk meningkatkan neraca perdagangan negara.

Fungsi Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter terkait dengan negara, sehingga memiliki tujuan akhir makro yaitu untuk meningkatkan kondisi ekonomi suatu negara. Fungsi kebijakan moneter untuk negara meliputi:

  • Buka banyak pekerjaan baru untuk Masyarakat.
  • Mengontrol inflasi.
  • Mempertahankan stabilitas harga barang dan jasa.
  • Tingkatkan neraca pembayaran.
  • Tingkatkan pertumbuhan ekonomi.
  • Mempertahankan stabilitas nilai tukar mata uang.
  • Pertahankan iklim investasi suatu negara.

Instrumen Kebijakan Moneter

Jika Anda melihat tujuan kebijakan moneter di atas, satu sama lain sebenarnya terkait. Namun bukan berarti semua tujuan ini mudah dicapai. Pada kenyataannya, mewujudkan semua tujuan kebijakan moneter adalah hal yang sulit, oleh karenanya kekuasaan dalam membentuk kebijakan moneter pada Indonesia diserahkan kepada Bank Indonesia sebagai bank sentral, bersama dengan Menteri Keuangan.

Untuk mencapai kebijakan moneter di atas, diperlukan instrumen yang tepat. Ada 2 jenis instrumen yang dapat digunakan, yaitu instrumen langsung dan instrumen tidak langsung. Baca Juga : Regional Adalah

1. Instrumen Langsung

Instrumen ini secara langsung bertujuan untuk mengontrol jumlah uang yang beredar dengan mempengaruhi kebijakan bank. Ada 4 jenis instrumen langsung yang dapat digunakan, yaitu:

  • Penentuan jumlah maksimum kredit untuk pelanggan yang disalurkan melalui bank.
  • Tetapkan suku bunga pinjaman atau simpanan dari Bank Indonesia.
  • Menetapkan rasio likuiditas, yang merupakan kewajiban bank umum untuk memelihara mata uang dan mengumpulkan dana untuk membiayai anggaran pemerintah.
  • Kirim bank komersial untuk memberikan kredit kepada sektor-sektor tertentu dalam komunitas.

2. Instrumen Tidak Langsung

Jika instrumen tersebut bersentuhan langsung dpada kebijakan bank, jadi instrumen tersebut tidak langsung bekerja serta memberikan efek target operasional yang diinginkan oleh bank sentral. Di dalam indonesia ada 3 jenis instrumen secara tidak langsung salam kebijakan ini, sebagai berikut:

  • Peraturan Operasi Pasar Terbuka. Itulah peraturan pembelian dan penjualan sekuritas yang dijalankan pada bank sentral untuk memberi efek likuiditas rupiah dalam pasar uang. Kebijakan ini akan mempengaruhi jumlah uang beredar, suku bunga, dan nilai tukar.
  • Kebijakan diskon atau fasilitas diskon dilakukan untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Anda melakukan ini dengan menetapkan diskon pada pinjaman bank sentral di bank komersial. Semakin tinggi tingkat diskonto yang ditetapkan, semakin rendah jumlah uang yang beredar di masyarakat.
  • Kebijakan Cadangan Tunai atau Persyaratan Cadangan dilakukan melalui kebijakan bank umum untuk mengurangi atau meningkatkan cadangan kas. Cadangan tunai ini dapat dalam bentuk giro, deposit, tabungan, surat deposito, serta beberapa macam tabungan lainnya.
  • Dukungan Dorongan adalah peraturan yang dilakukan oleh bank sentral untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Bank sentral mengeluarkan pidato, pengumuman, dan banding yang ditujukan kepada bank komersial dan pelaku ekonomi lainnya. Isi pengumuman adalah larangan memegang pinjaman atau melepaskan tabungan.
  • Kredit yang Ketat adalah kebijakan untuk memantau uang yang beredar di masyarakat. Melalui kebijakan ini, bank komersial dapat meminjamkan dana kepada publik, tetapi harus didasarkan pada persyaratan ketat dari bank sentral. Biasanya kebijakan ini diambil ketika inflasi terjadi.

Tolak Ukur Stabilitas Moneter

Dalam setiap kebijakan, kita harus dapat menilai apakah kebijakan tersebut tepat sasaran atau tidak. Pencapaian target sesuai dengan ini ditentukan oleh keberhasilan kebijakan yang dilakukan. Oleh karena itu, perlu untuk mengukur stabilitas moneter sebagai tolok ukur atau sebagai acuan, apakah kebijakan yang diambil berhasil atau tidak. Baca Juga : Ideologi Adalah

Untuk menilai kebijakan moneter ini, ada beberapa indikator yang dapat digunakan. Tolok ukur stabilitas moneter meliputi:

  1. Total Uang Beredar (JUB)
  2. Tingkat inflasi yang rendah dikendalikan
  3. Suku bunga pada tingkat yang wajar
  4. Nilai tukar rupiah realistis,
  5. Ekspektasi publik atau ekspektasi kondisi moneter

Demikianlah ulasan dari ppkn.co.id mengenai Kebijakan Moneter, semoga bisa bermanfaat.