Teks Laporan Hasil Observasi

Diposting pada
5/5 - (7 votes)

Teks Laporan Hasil Observasi : Pada kesempatan kali ini ppkn.co.id akan memberikan ulasan mengenai Teks Laporan Hasil Observasi, yuk simak dibawah ini:


Teks Laporan Hasil Observasi


Teks laporan observasi merupakan salah satu materi yang tersedia dalam kursus bahasa Indonesia. Teks laporan hasil observasi adalah teks yang memberikan informasi umum tentang hal-hal tertentu berdasarkan fakta yang diamati secara langsung.

Oleh karena itu, pengamat melakukan observasi atau biasa disebut observasi dengan langsung masuk ke lapangan untuk menemukan informasi yang ada.

Informasi tersebut dapat berupa objek yang berkaitan dengan kondisi alam, kondisi lingkungan, hewan, tumbuhan, acara sosial, seni dan budaya.

Teks laporan observasi kaya akan konten, komunikatif dan objektif. Artinya, isi teks laporan observasi harus memberikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca.

Setiap informasi yang diperoleh juga harus disajikan atau ditulis secara obyektif berdasarkan fakta aktual, dan tidak boleh dianggap oleh penulis sebagai palsu atau tanpa fakta, dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Teks Laporan Hasil Observasi


Sifat Teks laporan Hasil Observasi

  • Bersifat Informatif
  • Bersifat Komunikatif
  • Bersifat Objektif

Fungsi teks laporan pada observasi

Fungsi yang dimaksud adalah memberitahukan atau menjelaskan kegiatan yang telah dilakukan. Pengamatan objek juga dapat memberikan informasi bagi otoritas atau informasi terkait.

Selain itu, informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan. Contohnya adalah teks laporan hasil observasi kerusakan lingkungan.

Selain itu, banyak teks tentang laporan observasi dapat digunakan sebagai bahan informasi untuk berbagai keperluan.

Secara umum teks laporan hasil observasi juga dapat digunakan sebagai alat bantu pencatatan objek atau kegiatan.

Tujuan dari teks laporan observasi

Tujuannya untuk melaporkan observasi secara sistematis dan obyektif dalam bentuk observasi untuk memecahkan masalah atau menguji hipotesis.


Ciri-ciri teks hasil observasi

  • Tujuan, global dan universal.
  • Obyek yang akan dibicarakan / didiskusikan adalah obyek tunggal.
  • Ditulis dengan lengkap dan sempurna.
  • Ditulis berdasarkan fakta yang telah diamati.
  • Informasi tekstual tersebut merupakan hasil penelitian terkini yang terbukti benar.
  • Tidak mengandung bias atau prasangka / kecurigaan / prasangka yang salah.
  • Berkaitan dengan hubungan hierarki antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.

Struktur teks laporan observasi

Tiga struktur utama penyusun teks LHO menjadikannya satu kesatuan, yaitu struktur teks, yaitu:

  • Pernyataan umum; berisi gambaran umum tentang subjek laporan. Pernyataan umum berisi informasi umum (nama latin, kategori, tempat asal, informasi lain tentang item yang dilaporkan).
  • Deskripsi bagian; berisi informasi rinci tentang masalah yang dilaporkan. Kalau hewan bisa muncul berupa ciri fisik, makanan, habitat, dan tingkah lakunya. Jika tumbuhan dapat berupa ciri fisik akar, bunga, buah atau bagian detil lainnya, maka manfaat dan unsur hara yang dijelaskan pada bagian ini tidak jarang. Jika laporan berupa objek, maka deskripsi bagian memuat klasifikasi objek dari berbagai aspek, manfaat objek, dan deskripsi properti khusus objek tersebut.
  • Kesimpulan; berisi ringkasan umum dari item yang dilaporkan.

Jenis Teks Laporan Hasil Observasi

Saat menulis laporan observasi, terdapat berbagai macam objek yang akan diamati, yang dapat mencakup kondisi sosial politik, lingkungan alam, bahkan peristiwa tertentu.

Oleh karena itu, teks laporan terbagi menjadi dua jenis, yaitu formal dan informal.

Laporan observasi formal

Teks resmi hasil laporan observasi memiliki aturan format saat menyusun laporan, seperti judul, bahasa standar dan struktur yang lebih detail.

Biasanya teks ini digunakan untuk acara resmi, seperti laporan berita atau hasil eksperimen.

Laporan observasi informal

Pada saat yang sama, teks laporan observasi informal ditulis dalam struktur yang lebih sederhana, yang bertujuan untuk memberikan informasi dan menggugah minat baca orang lain.


Langkah-langkah mempersiapkan teks laporan observasi

Teks laporan observasi disusun dengan menggunakan beberapa aturan atau beberapa aturan agar informasi dari hasil observasi dapat dengan mudah dipahami. Langkah-langkah penyusunan teks laporan observasi adalah:

  • Sesuai dengan kegiatan observasi yang telah dilakukan, buatlah judul laporan.
  • Berdasarkan hasil observasi, gambarkan garis besar teks berdasarkan gagasan utama.
  • Menyusun teks yang dibuat dimulai dengan instruksi umum di paragraf pertama dan kemudian berlanjut ke bagian konten. Paragraf berikutnya merinci hasil yang telah diamati. Paragraf terakhir adalah kesimpulan yang diambil dari hasil pengamatan.
  • Jika ada kesalahan, mohon dicek kembali kalimat atau kata-kata yang sudah ditulis dan dikoreksi pada laporannya.

Contoh teks laporan observasi

Judul: Pencemaran Limbah Kelapa Sawit di Lingkungan Sungai Bari

Pendahuluan

Sungai Bari mengalir melalui Desa Kalola, Kecamatan Bambala Motu, Mamuhu Bang, Utara, sungai ini masih dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, mandi dan mengairi sawah.

Sungai ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat Calora.

Sayangnya, sungai tersebut belakangan ini telah tercemar limbah kelapa sawit. Limbah itu berawal dari irigasi pmbuangan pabrik industri klapa sawit di PT Jaya Indah Pertiwi yang mengalir langsung ke Sungai Bariri.

Pabrik kelapa sawit tersebut belum memiliki bak penampungan limbah permanen untuk pembuangan limbah, sehingga Sungai Bariri sudah menjadi tempat pembuangan limbah.

Sungai Bariri yang semula berair jernih kini berubah hitam dan berbau tak sedap. Air sungai sudah tidak digunakan lagi, dan baunya sangat mengganggu warga sekitar.

Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara sudah banyak mengeluarkan peringatan kepada pabrik tersebut, namun hingga saat ini sungainya masih tercemar.

Isi

Limbah minyak sawit

Limbah kelapa sawit dibedakan menjadi tiga jenis yaitu padat, cair dan gas.

Limbah padat diperoleh dari bungkusan kosong, cangkang dan ijuk (fiber skins). Limbah cair yang diperoleh dari residu pengolahan kelapa berupa minyak berupa air limbah terkondensasi dan air pengolahan. Cairan limbah berwarna coklat kehitaman dan masih mengandung sisa padatan berupa koloid dan minyak.

Sedangkan gas buang adalah metana dan gas CO2 yang dihasilkan dari limbah cair yang disimpan di bak penampungan. Tentunya gas buang jenis ini akan meningkatkan kandungan CH4 dan CO2, sehingga menimbulkan efek rumah kaca di lingkungan sekitar dan menimbulkan pencemaran udara.

Limbah sawit sebenarnya merupakan limbah yang menguntungkan karena masih bisa diolah menjadi hasil pertanian, peternakan, dan industri.

Baca Juga :

Demikianlah ulasan dari ppkn.co.id mengenai Teks Laporan Hasil Observasi, semoga bisa bermanfaat.