Ideologi Pancasila

Posted on

Ideologi Pancasila: Pengertian, Sejarah, Tujuan, Contoh, Makna, Sifat, Nilai Dasar, Fungsi, Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup:

Ideologi Pancasila


Pengertian Ideologi Pancasila

Ideologi Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan hasil perenungan atau gagasan seseorang atau kelompok seperti ideologi-ideologi lain di dunia.

Pancasila diambil dari nilai-nilai luhur budaya dan nilai religius bangsa Indonesia. Pancasila berkedudukan sebagai ideologi bangsa dan negara.

Dengan demikian, pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa dan sedang mengangkat atau mengambil ideologi dari negara lain

Pancasila adalah kumpulan nilai / norma yang diberikan sila-sila Pancasila.


Sejarah Ideologi Pancasila

Sejarah Ideologi Pancasila

Bibit yang akan membentuk lahirnya pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia muncul kompilasi pada 1 Maret.

Kumakichi Harada memutuskan tentang pembentukan lembaga yang meminta bantuan disiapkan dengan nama Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau disingkat BPUPKI).

Ketika BPUPKI resmi dibentuk pada 29 April 1945, yang ditunjuk menjadi ketua adalah Radjiman Wedyodiningrat, didampingi oleh Raden Pandji Soeroso dan satu orang Jepang sebagai wakil ketuanya.

Soeroso sendiri memegang posisi ganda, yaitu sebagai kepala sekretariat BPUPKI bersama Abdoel Gafar dan Masuda Toyohiko.

Ketika didirikan, BPUPKI memiliki 67 anggota dengan 7 yang mewakili orang Jepang yang tidak memiliki hak suara.

Pada 28 Mei 1945, BPUPKI mengadakan sidang pertama mereka di gedung Volksraad, Jalan Pejambon 6, Jakarta.

Sidang hari pertama ini hanya merupakan upacara pelantikan, dan sidang yang baru dimulai sejak hari keempat.

Pada sidang ini, Muhammad Yamin menyampaikan pidato dan merumuskan hal yang menjadi awal sejarah lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia, yaitu: ideologi Kebangsaan, ideologi berkelimpahan, ideologi ketuhanan, ideologi kerakyatan, dan ideologi kesejahteraan.

Pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mencetuskan dasar-dasar kebangsaan, internasionalisme, kesejahteraan, ketuhanaan, dan mufakat sebagai dasar negara.

Ia juga memberikan nama dasar-dasar Pancasila, dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar atau azas.


Tujuan Ideologi Pancasila

Mempersatukan bangsa Indonesia ditengah latar belakang bangsa ini majemuk baik dalam hal suku, ras, agama, bahasa, dan budaya.

Tujuan ini tersirat di dalam sila pertama dan dan sila ketiga.

Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, sepenuhnya disetujui oleh Keesaan Tuhan yang di sembah oleh bangsa Indonesia.

Sungguh jelas kita mengumpulkan tujuan sila ini adalah mempersatukan keberagaman Agama di bawah payung Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sementara sila ke 3, “Persatuan Indonesia” bertujuan untuk mempersatukan kebhinekaan suku, ras, dan budaya.

Menciptakan keadilan hukum dan peradilan yang jujur, bijaksana serta menjunjung tinggi kesejahteraan dan keadilan sosial. Tujuan ini tersirat di dalam sila ke 2 dan sila ke 5.

Sila ke dua “Kemanusiaan yang adil dan beradab” serta sila ke 5 “keadilan sosial untuk seluruh bangsa Indonesia” menyiratkan hak pancasila untuk memastikan hak Asasi Manusia sebagai hukum di wilayah NKRI.

Oleh karena itu segala peraturan-perundangan serta peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah haruslah dilandasi oleh pancasila.

Menegaskan pemerintahan sebagai perwakilan rakyat jadi segalah kebijakan yang dibuat pemerintah harus melalui proses yang mendorong.

Dengan jelas hal ini termuat di dalam sila yang ke 4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat mendukung dalam permusyawaratan perwakilan”.

Melandasi semua aspek kehidupan masyarakat demi masyarakat majemuk yang harmonis dan bertoleransi tinggi. Tujuan ini dipertegas oleh sila ke 3 dan sila ke 5.


Sifat Ideologi Pancasila

Sifat ideologi terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:

  • Ideologi Terbuka

Ideologi terbuka memiiki

  1. Merupakan kekayaan rohani, moral, dan budaya pada masyarakat yang dibuat sebagai pedoman hidup bagi seluruh warga negara.
  2. Diciptakan oleh masyarakat bukan dari negara sehingga setiap warga negara memiiki hak atas kepemilikan dari ideologi.
  3. Isinya bertindak tidak langsung. Hal ini membuat setiap generasi bangsa dapat menggunakan falsafah yang perlu dan terus mencari implikasi yang sesuai dengan kebutuhan sekarang.
  4. Menjunjung tinggi kebebasan dan tanggung jawab masyarakat sesuai dengan falsafah yang ada.
  5. Ideologi tidak kaku dan tidak tertutup, aman dan terbuka.
  6. Menghargai Perbedaan dari berbagai latar belakang masyarakat.

  • Ideologi Tertutup

Ideologi Tertutup memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Merupakan cita-cita dari kelompok yang digunakan untuk mengubah kelompok masyarakat yang lebih besar.
  2. Nilai-norma, norma-norma, dan berbagai segi kehidupan akan diubah agar menyesuaikan ideologi yang ada.
  3. Bersifat totaliter, yaitu ingin menguasai seluruh bidang yang ada.
  4. Tidak adanya pandangan atas keberagaman.
  5. Kebenaran ideologi tidak dipermasalahkan.
  6. Tidak mengakui hak setiap orang untuk memiliki persetujuan dan pertimbangannya sendiri.
  7. Menutut masyarakat untuk setia, sedia dan rela berkorban demi ideologi.
  8. Isinya dogmatis dan apriori jadi tidak dapat diubah atau diubah.

Makna Ideologi Pancasila

Adapun makna ideologi pancasila adalah bahwa pancasila sebagai keseluruhan pandangan, keyakinan, cita-cita dan nilai bangsa Indonesia.

Yang secara normatif perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, serta berbangsa dan bernegara.

Secara umum makna ideologi pancasila adalah sebagai berikut:

  1. Nilai-nilai yang tercantum dalam pancasila menjadi cita-cita bersifat normatif dalam penyelenggaraan negara.
  2. Nilai-nilai yang tercantum dalam pancasila merupakan nilai yang telah disepakati bersama sehingga dapat menjadi salah satu pemersatu masyarakat dan bangsa Indonesia.

Makna ideologi pancasila dijadikan suatu dasar negara memiliki tujuan bahwa: Segala seuatu dalam bidang pemerintahan maupun semua yang berhubungan dengan kenegaraan harus didasari dengan titik tolaknya.

Dibatasi gerakan pelaksanaanya dan diarahkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan menggunakan pancasila.

Pada awalnya, makna ideologi pancasila ini harus dipahami sebagai konsep yang meliputi pemahaman seluruh elemen masyarakat dan bangsa Indonesia.

Agar bersemangat dalam pergerakan melawan penjajah untuk meraih kemerdekaan dan mewujudkan kehidupan penyelenggaraan negara.


Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup

  1. Ideologi terbuka dinamis dan mampu mengembangkan perkembangan yang ada. Sementara ideologi tertutup kaku dan disesuaikan dengan nilai-nilai ideologi yang ada.
  2. Ideologi terbuka memiliki nilai dan cita-cita tidak dapat dipaksakan kompatibel dengan masyarakat. Sementara itu, ideologi.
  3. Ideologi terbuka dibuat berdasarkan kesepakatan dan kesepakatan seluruh masyarakat. Sementara ideologi tertutup sesuai dengan harapan dan keinginan dari negara atau penguasanya.
  4. Ideologi terbuka dibutuhkan dan dibenarkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Sementara ideologi tertutup hanya diperlukan oleh orang orang atau penguasa yang memiliki kepentingan berdasarkan sudut pandang sendiri.
  5. Ideologi terbuka tidak operasional karena sudah diumumkan ke seuruh perangkat negara. Sementara ideologi tertutup terdiri dari kata ganti yang konkrit dan operasional yang tegas dan wajib ditaati.
  6. Ideologi terbuka dimiiki oleh seluruh lapisan masyarakat. Sementara ideologi tertutup memiliki loyalitas ideologi yang kaku.

Nilai Dasar Pancasila

Nilai Dasar Pancasila

  • Sila Pertama “Ketuhanan yang Maha Esa”

Memiliki nilai Ketuhanan, yaitu pengakuan Indonesia tentang Tuhan Yang Maha Esa.

Bermakna juga setiap warga negara diberikan kebebasan dalam beribadah dengan masing-masing tanpa paksaan dari pihak manapun.

  • Sila Kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”

Memiliki nilai Kemanusiaan, yaitu bagaimana setiap tatanan masyarakat baik pria dan wanita wajib berperilaku dan sesuai dengan norma dan adat istiadat yang berlaku.

Serta berhak mendapatkan persamaan guna guna keadilan dalam penghargaan.

  • Sila Ketiga “Persatuan Indonesia”

Bernilai Persatuan, yang terdiri dari masyarakat Indonesia, terdiri dari beragam pulau, suku, suku, bahasa daerah, agama, warna kulit, dsb.

Namun tetap wajib mendapatkan persamaan kedudukan, demikian pula halnya dengan anggaran kesejahteraan di bawah naungan pemerintah guna menjamin persatuan dan kesatuan Indonesia.

  • Sila Keempat “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan”

Bernilai Kerakyatan, yaitu dalam tatanan bernegara di Indonesia perlu dilakukan secara demokratis.

Demokrasi yang berasalkan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat guna mencapai mufakat melalui lembaga – lembaga perwakilan.

  • Sila Kelima “Keadilan Sosial untuk Seluruh Rakyat Indonesia”

Bernilai Keadilan, yaitu menentukan setiap lini dan setiap masyarakat berhak mendapatkan kekayaan dan kesejahteraan.

Dalam hal hidup dimana hal ini merupakan tujuan dasar bangsa Indonesia dalam mensejahterakan seluruh rakyatnya.


Fungsi Ideologi Pancasila

  1. Mempersatukan Bangsa.
  2. Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia
  3. Menyoroti situasi yang ada dan kritis terhadap usaha perwujudan cita.
  4. Memberikan tekad untuk menngembangkan dan memeliharakan identitas bangsa.

Mempersatukan bagsa, mengikat dan mengukuhkan persatun dan kesatuan bangsa. Fungsi ini sangat penting bagi bangsa Indonesia.

Karena mempersatukan masyarakat majemuk yang sering terancam perpecahan membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia menuju pembicaraan.

Pancasila sebagai pemberi motivasi, motivasi, dan cita-cita bangsa, serta menggerakkan bangsa dalam melakukan pembangunan nasional.

Dalam pengamalan pancasila izin untuk menngembangkan dan memeliharakan identitas bangsa.

Pancasila memberi definisi identitas bangsa Indonesia Menyoroti keadaan yang ada dan kritis terhadap upaya perwujudan cita! yang terkandung dalam pancasila tersebut.

Pancasila menjadi ukuram untuk melakukan kritik mengenai keadaan bangsa dan negara.


Contoh Ideologi Pancasila

Contoh Ideologi Pancasila

  1. Menjunjung tinggi nilai yang sesuai dengan ideologi pancasila terbuka
  2. Menjunjung tinggi nilai persatuan indonesia
  3. Dapat menjunjung tinggi nilai ketuhanan
  4. Menjunjung tinggi nilai permusyawaratan / perwakilan yg dimaknai untuk menyetujui dan mengedepankan kedaulatan negara sebagai perwujudan kehendak seluruh rakyat.

  • Contoh Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Dalam Bidang Hukum

Dalam bidang hukum, sikap yang harus disetujui, antara lain:

  1. Menanamkan nilai kesadaran hukum dan menaati hukum dalam kehidupan sehari-hari;
  2. Mewujudkan perlindungan hukum dan kepastian hukum dalam peradilan;
  3. Meyakini Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan utama penyelenggaraan ketata negaraan: dikeluarkan dalam pembuatan kebijakan publik tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, menghindari tindakan hakim utama sendiri;
  4. Menegakkan sistem hukum nasional, jika tidak melanggar peraturan lalu lintas.

  • Contoh Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Dalam Bidang Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, sikap yang harus disepakati, antara lain: 

  1. Mewujudkan masyarakat dan negara yang bersih dari tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme;
  2. Mengendalikan diri dari gaya hidup mewah, pemborosan, dan terlalu mendukung produk luar negeri;
  3. Menghindarkan sikap perilaku menghalalkan segala cara untuk memaya diri sendiri;
  4. Menghindari risiko ekonomi kapitalis yang mengalihkan usaha kecil dan menengah;
  5. Menghindari monopoli, dan etatisme (paham yang lebih mementingkan negara dari pada rakyat), dalam per ekonomian nasional. selalu menggunakan barang produksi dalam negeri.

  • Contoh Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Dalam Bidang Sosial Budaya

Dalam bidang sosial budaya, sikap yang harus kita tunjukkan antara lain

Mempelajari nilai sosial budaya bangsa Indonesia menyaring budaya asing yang masuk dan tidak sesuai dengan budaya bangsa mengendalikan sikap:

  1. Egoisme,
  2. Sukuisme,
  3. Primordialisme, dan
  4. Chauvinisne saling mendukung dan tidak melecehkan nilai-nilai budaya meningkatkan kemampuan dan penguasaan iptek.

  • Contoh Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan

Dalam bidang pertahanan dan keamanan, sikap yang harus disetujui, antara lain 

  1. Mewujudkan kedaulatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
  2. Mengendalikan diri dari pencemaran nama baik pemerintah dan negara,
  3. Ikut serta dalam mewujudkan keamanan Lingkungan,
  4. Siap disetujui negara jika dibutuhkan,
  5. Tidak memperalat negara demi kepentingan pribadi dan golongan.

Akhir Kata

Demikianlah tinjauan dari ppkn.co.id mengenai Ideologi Pancasila: Pengertian, Sejarah, Tujuan, Contoh, Sifat, Nilai Dasar, Fungsi, Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup,  Semoga dengan konten artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.