Contoh Judul Penelitian Kualitatif

Diposting pada

Contoh Judul Penelitian Kualitatif : Pada kesempatan kali ini ppkn.co.id akan memberikan ulasan mengenai Contoh Judul Penelitian Kualitatif, yuk simak dibawah ini:


Contoh Judul Penelitian Kualitatif


Pengertian metode penelitian kualitatif

Metode penelitian kualitatif merupakan metode yang lebih menitikberatkan pada pemahaman yang mendalam terhadap masalah.

Penelitian kualitatif merupakan penelitian deskriptif yang cenderung menggunakan analisis dan menekankan pada makna proses.

Tujuan dari metode penelitian kualitatif adalah untuk memiliki pemahaman yang luas dan mendalam tentang masalah yang sedang dipelajari atau yang akan dipelajari. Data yang dikumpulkan biasanya berupa huruf, kata atau gambar daripada angka.

Contoh Judul Penelitian Kualitatif


Ciri-Ciri penelitian kualitatif

Pengertian penelitian kualitatif sendiri merupakan kajian dari penelitian deskriptif dan cenderung menggunakan analisis.

Biasanya dilengkapi dengan makalah penelitian, rekomendasi, judul penelitian kualitatif, dan kali ini kami juga akan mengulas beberapa penelitian kualitatif.

Ciri-ciri utama metode penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:

Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data

Sumber data yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif adalah lingkungan ilmiah. Penelitian utama dalam penelitian ini adalah peristiwa-peristiwa yang sering terjadi dalam kondisi dan keadaan sosial.

Penelitian dilakukan saat berinteraksi langsung di tempat kejadian. Peneliti juga akan melakukan observasi, mencatat, mencari tahu dan menggali sumber-sumber terkait peristiwa yang terjadi pada saat itu.

Hasil yang diperoleh akan segera disusun. Hasil yang diamati oleh peneliti biasanya tidak bisa tidak berhubungan dengan keadaan di mana insiden itu terjadi.

Memiliki sifat deskripstif analitik

Data yang diperoleh peneliti dari observasi, wawancara, dokumen, analisis, dan catatan lapangan di lokasi penelitian tidak dalam bentuk digital.

Peneliti akan melakukan analisis data dengan menambahkan informasi, menemukan hubungan dengan berbagai sumber, membandingkannya, dan menemukan hasilnya secara praktis (bukan dalam bentuk angka).

Hasil analisis data biasanya muncul dalam bentuk penjelasan terkait dengan situasi yang diteliti, dan akan muncul dalam bentuk deskripsi naratif.

Biasanya penyajian data untuk menjawab pertanyaan dalam rumusan pertanyaan yang telah ditetapkan.

Tekanan pada proses bukan hasil

Data dan informasi yang dibutuhkan untuk penelitian kualitatif lebih berkaitan dengan isu-isu yang berkaitan dengan pengungkapan hasil suatu proses daripada suatu kegiatan.

Pertanyaan tersebut membutuhkan gambaran situasi aktual mengenai kegiatan, prosedur, tahapan, sebab dan interaksi yang terjadi serta di mana proses itu terjadi.

Bersifat induktif

Penelitian kualitatif dimulai dari lapangan yaitu fakta empiris, peneliti akan langsung terjun ke lapangan untuk mempelajari proses penemuan yang terjadi secara alamiah melalui pencatatan, analisis, laporan dan kesimpulan yang diambil dari proses penelitian.

Temuan dari penelitian di bidang ini berupa konsep, prinsip, dan teori yang baru dikembangkan, bukan berasal dari teori yang sudah ada.

Menggunakan induksi untuk melakukan penelitian kualitatif berarti bahwa data-data tersebut terpisah tetapi berkaitan erat satu sama lain.

Mengutamakan makna

Makna yang diungkapkan berkisar pada pemahaman masyarakat tentang peristiwa yang akan dipelajari. Misalnya: studi tentang peran kepala sekolah dalam pembinaan guru.

Peneliti juga akan lebih memperhatikan pandangan kepala sekolah terhadap guru yang mereka ajar.

Temukan informasi dan pendapat kepala sekolah tentang berhasil tidaknya membina guru Apa yang terjadi dengan kepala sekolah dalam membina guru, mengapa guru tidak mendapatkan bimbingan belajar, dan mengapa hal itu bisa terjadi?


Metode-Metode Penelitian Kualitatif

Berikut adalah metode penelitian kualitatif:

Penelitian Fenomologi

Penelitian Fenomologi induktif. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan kemudian dikembangkan dari filosofi Fenomologi.

Fokus filosofi Fenomologis adalah pemahaman tentang keberadaan manusia atau tanggapan terhadap keberadaan, bukan hanya pemahaman paragraf tertentu atau perilaku tertentu.

Tujuan penelitian Fenomologi adalah untuk menjelaskan pengalaman yang dialami seseorang dalam hidup, seperti interaksi dengan orang lain.

Contoh penelitian Fenomologi adalah mempelajari siklus hidup masyarakat tradisional dari perspektif kebiasaan hidup sehat.

Penelitian Teori Grounded

Penelitian grounded adalah teknik penelitian induktif. Teknik ini ditemukan oleh Strauss dan Sayles pada tahun 1967.

Metode penelitian dasar sangat berguna untuk menemukan masalah umum dalam situasi bidan dan menerapkan proses pribadi untuk memecahkan masalah tersebut.

Pendekatan teoritis ini lebih memperhatikan observasi dan meletakkan dasar praktis untuk hubungan “intuitif” antar variabel.

Proses penelitian berakar akan melibatkan perumusan, pengujian dan pengembangan kembali proposisi dalam proses pengembangan teoritis.

Studi Etnogaf

Penelitian Ethnogaf mendeskripsikan cerita kehidupan sehari-hari masyarakat untuk menjelaskan fenomena budaya ini, yang akan menjadi bagian tak terpisahkan lainnya.

Dalam studi etnogaf ini pengumpulan data akan dilakukan secara sistematis dan deskriptif. Tujuan analisis data adalah untuk dapat mengembangkan teori perilaku budaya.

Selain itu, peneliti sebenarnya tinggal atau menjadi bagian dari lingkungan budaya agar dapat mengumpulkan data secara sistematis dan utuh.

Melalui penelitian etnografi, perbedaan budaya tersebut akan dijelaskan dan dibandingkan untuk memperdalam pemahaman tentang dampak budaya terhadap perilaku atau kesehatan manusia.

Penelitian Historis

Penelitian Historis adalah penelitian yang bertujuan merekonstruksi kondisi masa lalu secara obyektif, sistematis, dan akurat. Melalui penelitian Historis ini, bukti akan dikumpulkan, dievaluasi, dianalisis, dan diintegrasikan.

Berdasarkan bukti tersebut, sebuah kesimpulan akan ditarik. Terkadang penelitian Historis semacam ini digunakan untuk menguji hipotesis tertentu.

Misalnya, hipotesis tentang apa yang disebut kemiripan Historis perkembangan dunia pendidikan suatu negara yang pernah mengalami hegemoni kolonial yang sama.

Penelitian Historis biasanya akan memperoleh data melalui catatan artefak atau laporan lisan. Ciri-ciri utama penelitian Historis adalah sebagai berikut:

  • Umumnya, ini lebih bergantung pada data yang diamati daripada hasil pengamatan saja
  • Dalam penelitian akan diperoleh observasi yang cermat, dimana data yang ada harus objektif, benar, dan tersedia dari sumber yang sesuai
  • Data yang diperoleh bersifat sistematis sesuai urutan kejadian, serta lengkap dan menyeluruh.

Penelitian khusus

Penelitian khusus atau biasa disebut penelitian dilapangan ini bertujuan untuk mempelajari secara mendalam latar belakang situasi, lokasi saat ini dan interaksi lingkungan dari unit-unit sosial tertentu yang diberikan.

Objek penelitian ini biasanya individu, kelompok, lembaga atau komunitas. Studi kasus adalah studi mendalam tentang unit sosial tertentu, dan hasil penelitiannya akan memberikan pemahaman yang luas dan mendalam tentang unit sosial tertentu.

Topik yang akan dipelajari relatif terbatas, namun variabel dan fokus yang akan diteliti sangat luas. Misalnya, studi lapangan yang menyeluruh dan mendalam mencakup sebagian besar kegiatan yang dilakukan oleh pekerja sosial saat menjalankan tugasnya di kamp pengungsian.

Inquiry Filosofi

Inquiry Filosofis melibatkan penggunaan mekanisme analisis intelektual untuk mengklarifikasi makna, mengubah nilai menjadi kenyataan, menentukan etika dan mempelajari hakikat pengetahuan.

Peneliti Filsafat mempertimbangkan pemikiran atau masalah dari berbagai sudut melalui penelitian literatur yang luas, penelitian mendalam / eksplorasi makna konseptual, mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban, dan menyarankan petunjuk atas jawaban tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan ini memandu para peneliti. Ada tiga masalah filosofis, yaitu:

  • Foundational Inquiry
  • Philosophical Analyses
  • Ethical Analyses

Penelitian dasar meliputi analisis struktur sains dan proses berpikir mengevaluasi fenomena tertentu yang dimiliki oleh “anggota” disiplin ilmu.

Tujuan dari analisis filosofis adalah untuk menguji makna dan mengembangkan teori yang diperoleh melalui analisis konseptual atau analisis linguistik.

Etika melibatkan analisis rasional terhadap masalah etika yang berkaitan dengan saham, hak, kewajiban, benar dan salah, kesadaran dan tanggung jawab.

Teori kritik sosial

Teori kritik sosial adalah filsafat lain dengan metodologi kualitatif yang unik. Di bawah bimbingan filosofis teori kritik sosial, peneliti memahami bagaimana seseorang berkomunikasi dan bagaimana dia mengembangkan makna simbolik dalam masyarakat.

Di dunia ini banyak sekali pemahaman yang harus diterima langsung dalam dunia fakta sosial, tanpa terlebih dahulu didiskusikan atau diposisikan secara dogmatis.

Tatanan politik yang mapan dianggap tidak dapat diubah dan tidak boleh dipertanyakan. Tatanan politik semacam ini biasanya muncul dalam masyarakat di bawah pemerintahan otoriter.
Jenis metode penelitian kualitatif


Jenis-jenis penelitian kualitatif:

Jenis metode etnografi

Menurut para ahli, Lodico, Spaulding dan Voegtle mengutip Miles & Hubberman dalam buku mereka “Metode Penelitian Pendidikan dari Teori ke Praktek”, yang menunjukkan bahwa etnografi berasal dari semangat dan deskripsi Yunani.

Ini berarti menulis artikel tentang kelompok budaya. Sedangkan menurut etnografi Le Clompte dan Schensul, ini adalah metode penelitian yang dapat digunakan untuk menemukan pengetahuan yang terkandung / terkandung dalam budaya atau komunitas tertentu.

Jenis metode Fenomologi

Istilah Fenomologi ini berasal dari bahasa Yunani yaitu phaenomenon (penampilan) dan logo (reason). Ilmu penampakan adalah ilmu yang muncul dalam pengalaman benda.

Donny Gahrial Adian mengatakan dalam bukunya “Pengantar Fenomologi” bahwa Fenomologi adalah ilmu yang mempelajari fenomena atau fenomena yang tampak. Dengan kata lain, Fenomologi menjelaskan fenomena yang dangkal.

Jenis metode studi kasus

Menurut studi Bogdan dan Bikien (1982), studi kasus adalah pemeriksaan rinci suatu lingkungan atau subjek, tempat penyimpanan dokumen, atau peristiwa tertentu.

Surachrnad (1982) membatasi metode studi kasus sebagai metode dengan menitikberatkan pada kasus secara detil dan detil.

Jenis metode teori dasar

Jujun S. Suriasumantri (1985) mengemukakan bahwa penelitian dasar atau penelitian murni adalah penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Jenis metode pembelajaran kritis

Pembelajaran kritis merupakan metode penelitian yang dikembangkan dari teori kritik, feminisme, ras dan postmodern yang menyimpang dari anggapan bahwa pengetahuan itu subjektif.

Peneliti kritis percaya bahwa masyarakat terdiri dari kecenderungan kelas, status, ras, ras, jenis kelamin, dll.

Peneliti feminis biasanya fokus pada masalah gender dan ras, sedangkan peneliti postmodern fokus pada masyarakat dan sistem sosial.

Metode analisis konsep

Menurut Peter Salim dalam kamus besar bahasa Indonesia (1990: 61), analisis adalah penyelidikan atas masalah / peristiwa (tingkah laku, karangan, dll.) Untuk mendapatkan fakta yang benar (asal usul, penyebab, dsb), Nalar, keadaan aktual. , dll.). ) “.

Meskipun pemahaman konsep menurut Woodruf merupakan ide yang relatif lengkap dan bermakna, namun pemahaman tentang objek merupakan produk subjektif, yang bersumber dari pengalaman orang sendiri (pemahaman objek atau objek). Cara memahami objek atau objek. Persepsi benda / benda).

Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode analisis konseptual adalah kajian terhadap konsep-konsep yang ada, sehingga dapat diPengertian, dideskripsikan, dijelaskan dan direalisasikan di lapangan.

Metode analisis Sejarah

Menurut analisis Sejarah / metode penelitian Historis Jack. R. Fraenkel dan Norman E. Wallen, 1990: Yatim Riyanto’s 411, 1996: Nurul Zuriah’s 22, 2005: 51, yang mengkhususkan diri pada penelitian sebelumnya

Penelitian ini mencoba merekonstruksi apa yang terjadi di masa lalu seakurat dan seakurat mungkin, serta menjelaskan mengapa hal itu terjadi secara umum.

Guna mencari data secara sistematis sehingga mampu mendeskripsikan, menjelaskan dan memahami kegiatan / peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu.


Proses penelitian kuantitatif

Berikut proses penelitian kuantitatif:

  • Mengeksplorasi, merumuskan dan menentukan masalah yang akan dipelajari oleh peneliti.
  • Merancang model penelitian dan parameter penelitian yang akan diterapkan.
  • Merancang alat pengumpulan data penelitian.
  • Kumpulkan data penelitian yang relevan.
  • Mengolah dan menganalisis data dari hasil penelitian peneliti.
  • Laporan desain menyelesaikan hasil penelitian.

Tujuan penelitian kuantitatif

Tujuan utama dari metode kuantitatif ini adalah untuk menjelaskan suatu masalah, tetapi dapat digeneralisasikan.

Generalisasi semacam ini adalah fakta, itu terjadi dalam kenyataan, dan prediksi masalah tertentu berlaku untuk sekelompok orang tertentu.


Persamaan Antara Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Secara umum penelitian kuantitatif dan kualitatif memiliki persamaan sebagai berikut:

  • Merupakan metode yang digunakan dalam penelitian untuk memecahkan masalah sosial
  • Ada obyek dan topik penelitian
  • Variabel
  • Menerapkan metode pengumpulan data yang sistematis dan terbuka yang dapat dievaluasi oleh pihak lain.
  • Menarik kesimpulan dari setiap analisis penelitian
  • Gunakan prosedur untuk menghindari kesalahan analisis dan kesimpulan
  • Bandingkan datanya, cari persamaan dan perbedaan untuk menemukan pola tertentu dalam datanya.

Perbedaan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif

Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan bentuk, standar, dan alat ukur untuk menciptakan jarak antara peneliti dan subjek.

Pada saat yang sama, dengan menggunakan peneliti sebagai alat, penelitian kualitatif diintegrasikan dengan situasi dan fenomena dalam penelitian.

Berdasarkan Williams (1988), terdapat lima pandangan dasar tentang perbedaan antara metode kuantitatif (terminologi Williams dengan kuantitatif empiris) dan metode kualitatif. Lima pandangan dasar dari perbedaan tersebut adalah:

  • Di alam, metode kuantitatif memperlakukan kenyataan sebagai tunggal, spesifik, dapat diamati dan tersebar.
  • Sebaliknya, metode kualitatif melihat banyak (multiple) realitas, yang merupakan hasil konstruksi dari perspektif holistik. Dengan cara ini, peneliti kuantitatif dapat menjadi lebih berdedikasi, secara langsung mempercayai objek generalis, dan meragukan serta mencari fenomena pada objek nyata.
  • Interaksi antara peneliti dan objek penelitiannya, metode kuantitatif menganggapnya independen, biner atau bahkan mekanis. Di sisi lain, metode kualitatif menganggapnya sebagai proses yang interaktif, tidak terpisahkan, bahkan partisipatif.
  • Untuk kemungkinan generalis, metode kuantitatif tidak terikat oleh konteks dan hubungan temporal (pernyataan hukum), sedangkan metode kualitatif tidak terikat oleh konteks dan hubungan temporal (pernyataan geografi).
  • Kausalitas, suatu metode kuantitatif, selalu memisahkan sebab-sebab waktu nyata dan simultan yang mendahuluinya, dan akhirnya membuahkan hasil. Pada saat yang sama, metode kualitatif selalu mustahil untuk memisahkan sebab dan akibat, apalagi melakukannya pada saat yang bersamaan.
  • Peran nilai, metode kuantitatif memperlakukan segala sesuatu sebagai tidak berharga, objektif dan harus benar. Di sisi lain, metode kualitatif percaya bahwa segala sesuatu, termasuk peneliti subjektif, tidak akan sia-sia.

Contoh judul penelitian kuantitatif

  • Hubungan antara minat baca dan motivasi siswa.
  • Hubungan antara kinerja akademik dan kecerdasan emosional.
  • Pengaruh bimbingan belajar dan motivasi terhadap kinerja akademik.
  • Pengaruh keluarga dan minat baca terhadap prestasi akademik.
  • Pengaruh media pembelajaran dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar.
  • Pengaruh metode pembelajaran dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar.
  • Pengaruh mode belajar dan minat belajar terhadap hasil belajar.
  • Pengaruh motivasi dan intensitas belajar orang tua terhadap hasil belajar.
  • Perbandingan hasil belajar antara tugas kooperatif dan tugas individu.
  • Bandingkan metode pembelajaran berdasarkan minat pada hasil belajar.
  • Perbedaan metode kerja kelompok dan distribusi hasil belajar individu.
  • Perbedaan antara model tradisional dan konstruktivisme dalam hal hasil belajar.
  • Perbedaan dalam mode membaca bottom-up dan interaktivitas pemahaman membaca.
  • Guna meningkatkan prestasi akademik, terdapat perbedaan model pembelajaran kooperatif.
  • Perbedaan pembelajaran kontekstual dan pembelajaran konvensional diperoleh dari motivasi belajar.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan dari ppkn.co.id mengenai Contoh Judul Penelitian Kualitatif, semoga bisa bermanfaat.